Bisnis

Prabowo Ajak Anggota BRICS Ubah Kerentanan Global Jadi Kekuatan Ekonomi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara tegas mendorong negara-negara anggota BRICS untuk memperkuat solidaritas ekonomi dan mentransformasi be

Prabowo Ajak Anggota BRICS Ubah Kerentanan Global Jadi Kekuatan Ekonomi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara tegas mendorong negara-negara anggota BRICS untuk memperkuat solidaritas ekonomi dan mentransformasi berbagai kerentanan global menjadi peluang strategis. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan disrupsi rantai pasok dunia, kepala negara menekankan pentingnya kolaborasi inklusif antarnegara berkembang (Global South) guna menciptakan stabilitas serta kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam forum tingkat tinggi tersebut, Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa tantangan modern seperti krisis iklim, volatilitas pasar energi, ancaman ketahanan pangan, hingga inflasi global tidak boleh memicu pesimisme. Sebaliknya, kondisi ini harus dipandang sebagai momentum konsolidasi bagi kekuatan ekonomi berkembang untuk merestrukturisasi tata kelola perdagangan dan keuangan internasional agar lebih adil.

Menghadapi Disrupsi Global Melalui Sinergi Strategis

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa ketergantungan yang tinggi terhadap arsitektur ekonomi tradisional kerap menempatkan negara berkembang dalam posisi rentan. Oleh karena itu, penguatan aliansi multilateral yang berorientasi pada hasil nyata menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh anggota blok BRICS.

"Kita tidak boleh membiarkan kerentanan mendikte masa depan bangsa kita. Justru dari kerentanan inilah kita menemukan alasan terkuat untuk bersatu, mengintegrasikan kekuatan, serta membangun fondasi ekonomi bersama yang berdaulat, tangguh, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat kita," tegas Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, potensi kolektif BRICS—yang mencakup pangsa populasi dunia yang masif serta kelimpahan sumber daya alam bernilai tinggi—merupakan modal fundamental untuk memimpin transformasi ekonomi global. Kolaborasi ini dinilai mampu meredam guncangan eksternal sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi kawasan.

Prioritas Kerja Sama Indonesia dan Blok BRICS

Dalam pemaparannya, Indonesia menawarkan sejumlah agenda prioritas yang dapat diakselerasi bersama negara-negara mitra guna memperkuat ketahanan ekonomi kawasan. Beberapa pilar utama yang didorong meliputi:

  • Ketahanan Pangan dan Energi Berkelanjutan: Membangun sistem rantai pasok pangan mandiri dan mempercepat transisi energi baru terbarukan melalui transfer teknologi yang adil.
  • Hilirisasi dan Industrialisasi Bernilai Tambah: Menolak praktik perdagangan eksploitatif dan mendorong pengolahan bahan mentah di dalam negeri masing-masing anggota.
  • Diversifikasi Transaksi Keuangan: Mendorong penggunaan mata uang lokal (Local Currency Settlement) dalam transaksi bilateral guna memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar mata uang global.
  • Pemberdayaan Sektor Digital dan UMKM: Menjembatani kesenjangan digital demi mendukung integrasi pelaku usaha kecil ke dalam ekosistem perdagangan lintas negara.

Menuju Tata Kelola Multilateral yang Berkeadilan

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa partisipasi aktif Indonesia di kancah internasional berakar pada prinsip politik luar negeri bebas aktif. Kemitraan dengan BRICS dirancang untuk saling melengkapi kerja sama multilateral lainnya, bukan untuk menciptakan polarisasi baru di panggung diplomasi dunia.

Melalui kepemimpinan yang progresif, Indonesia berharap BRICS mampu menjadi katalisator bagi terciptanya tata dunia multipolar yang stabil, damai, dan sejahtera, di mana setiap negara memiliki hak yang setara dalam menentukan arah pembangunan nasionalnya tanpa tekanan hegemoni.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User