Bisnis

NTB Bangun Museum dan Pulihkan Ekonomi Desa Sade Jelang MotoGP

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) terus mengakselerasi penataan infrastruktur budaya serta pemulihan ekonomi masyarakat di kawasan Desa

NTB Bangun Museum dan Pulihkan Ekonomi Desa Sade Jelang MotoGP

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) terus mengakselerasi penataan infrastruktur budaya serta pemulihan ekonomi masyarakat di kawasan Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah. Langkah strategis ini digencarkan guna menyambut lonjakan wisatawan domestik maupun mancanegara menjelang perhelatan akbar balap motor internasional MotoGP Mandalika.

Desa Adat Sade yang dikenal sebagai episentrum pelestarian tradisi suku Sasak menjadi salah satu destinasi wisata penyangga utama di luar Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Pemerintah daerah menilai, pembenahan fisik serta penguatan sektor ekonomi lokal di desa adat tersebut harus berjalan beriringan agar dampak ekonomi dari gelaran internasional dapat dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.

Revitalisasi Kawasan dan Pembangunan Museum Budaya

Sebagai bagian dari pembenahan menyeluruh, Pemprov NTB memfokuskan pembangunan sarana edukasi berupa museum adat dan penataan lanskap perkampungan. Fasilitas museum ini dirancang untuk mendokumentasikan rekam jejak sejarah, arsitektur tradisional bale tani, serta ragam artefak peninggalan leluhur masyarakat Sasak yang masih terpelihara secara turun-temurun.

"Rekonstruksi dan penataan Desa Adat Sade bukan semata-mata mempercantik tampilan fisik, melainkan menjaga marwah kearifan lokal sekaligus memberi ruang edukasi yang representatif bagi para pelancong dunia," ujar perwakilan Pemerintah Provinsi NTB dalam keterangannya.

Selain pembangunan ruang pameran dan museum, penataan juga menyasar perbaikan sarana sanitasi, jalur pejalan kaki berbahan alami yang ramah lingkungan, serta fasilitas penerangan tradisional yang selaras dengan arsitektur lokal tanpa menghilangkan keaslian atmosfer perkampungan adat.

Penguatan Ekonomi Warga dan Pelaku UMKM

Sektor pemulihan ekonomi warga menjadi prioritas penting dalam agenda revitalisasi ini. Sebagian besar warga Sade menggantungkan mata pencaharian pada sektor kerajinan kain tenun ikat khas Sasak, cenderamata etnik, serta jasa pemandu wisata budaya. Pemerintah daerah menyalurkan berbagai program pendampingan untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Berikut adalah sejumlah langkah strategis pemulihan ekonomi di Desa Adat Sade:

  • Standardisasi Kualitas Kerajinan: Memberikan kurasi dan sertifikasi produk tenun tradisional agar memiliki nilai jual tinggi bagi wisatawan internasional.
  • Penataan Sentra Cenderamata: Mengatur kembali tata letak gerai UMKM agar alur kunjungan wisatawan lebih tertib, nyaman, dan merata.
  • Pelatihan Pemandu Wisata: Membekali pemuda lokal dengan kemampuan bahasa asing dan wawasan narasi sejarah Sasak yang komprehensif.
  • Digitalisasi Transaksi Keuangan: Menerapkan sistem pembayaran nontunai berbasis QRIS guna mempermudah transaksi turis asing maupun domestik.

Sinergi Pariwisata Olahraga dan Warisan Budaya

Integrasi antara agenda wisata olahraga (sport tourism) kelas dunia seperti MotoGP dan wisata warisan budaya diproyeksikan mampu memperpanjang masa tinggal (length of stay) wisatawan di Pulau Lombok. Desa Adat Sade diharapkan dapat menjadi magnet kuat yang memperkaya pengalaman para penonton MotoGP setelah menyaksikan balapan di sirkuit.

Dengan rampungnya penataan fasilitas dan penguatan kapasitas masyarakat desa, Lombok Tengah optimis mampu menampilkan wajah pariwisata yang autentik, berdaya saing global, serta memberikan kemakmuran berkelanjutan bagi warga adat setempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User