KLUNGKUNG — Bupati Klungkung I Made Satria mengambil langkah mengejutkan dengan mencopot I Made Sudiarta dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klungkung. Keputusan tersebut disampaikan langsung dalam sebuah rapat internal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung, dan menandai rotasi besar pertama di struktur birokrasi daerah sejak Satria memimpin.
Sebagai pengganti sementara, Bupati menunjuk Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Klungkung, Gusti Mahajaya, untuk mengisi posisi Penjabat (Pj) Sekda. Penunjukan ini bersifat sementara sembari menunggu proses seleksi terbuka jabatan definitif sesuai ketentuan yang berlaku.
Kronologi Keputusan Pencopotan
- Rapat Internal Tertutup: Bupati Satria memimpin rapat yang dihadiri sejumlah pejabat eselon II di Kantor Bupati Klungkung. Agenda utama rapat adalah evaluasi kinerja perangkat daerah.
- Evaluasi Kinerja Sekda: Dalam rapat tersebut, Bupati menilai kinerja Sekda tidak selaras dengan arah kebijakan pembangunan yang dicanangkan. Beberapa program prioritas dinilai mengalami hambatan koordinasi.
- Keputusan Pencopotan: Bupati resmi memberhentikan I Made Sudiarta dari jabatan Sekda. Surat keputusan pencopotan ditandatangani pada hari yang sama.
- Penunjukan Pj Sekda: Gusti Mahajaya yang saat ini menjabat Kadispar Klungkung ditunjuk sebagai Pj Sekda. Ia diminta segera mengambil alih tugas administratif dan koordinasi antarperangkat daerah.
- Serah Terima Jabatan: Proses serah terima jabatan dijadwalkan berlangsung dalam pekan ini agar roda pemerintahan tidak terganggu.
"Pencopotan ini murni bagian dari penyegaran organisasi. Kami butuh percepatan kinerja, terutama dalam koordinasi program prioritas. Gusti Mahajaya kami nilai mampu menjembatani itu," ujar Bupati Satria dalam keterangan resminya.
Keputusan ini mengejutkan banyak pihak karena Sekda sebelumnya dinilai cukup aktif mendampingi Bupati dalam berbagai agenda daerah. Namun, sejumlah sumber internal menyebut adanya ketidaksesuaian pandangan terkait pengelolaan anggaran dan tata kelola administrasi.
Profil Singkat Pj Sekda Baru
Gusti Mahajaya dikenal sebagai birokrat yang lama berkecimpung di sektor pariwisata. Sebelum menjabat Kadispar, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan pemkab. Pengalaman tersebut dianggap modal penting untuk mempercepat sinergi lintas sektor, terutama menjelang sejumlah agenda wisata daerah.
Meski demikian, penunjukan Pj Sekda dari kalangan kepala dinas menimbulkan pertanyaan terkait netralitas dan beban ganda. Gusti Mahajaya kini harus mengemban dua tugas sekaligus: memimpin Dinas Pariwisata dan menjalankan fungsi koordinasi sekretariat daerah.
- Alasan pencopotan: evaluasi kinerja dan kebutuhan percepatan koordinasi program.
- Pj Sekda baru: Gusti Mahajaya, sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Klungkung.
- Status jabatan: sementara, menunggu seleksi terbuka jabatan definitif.
- Dampak: berpotensi mengubah peta birokrasi dan prioritas anggaran daerah.
Sejumlah kalangan DPRD Klungkung meminta agar proses transisi berjalan transparan. Mereka menekankan bahwa pergantian pejabat struktural harus tetap mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, bukan sekadar kepentingan politik sesaat.
Respons Publik dan Pengamat
Pengamat kebijakan publik menilai langkah Bupati Satria sebagai bentuk konsolidasi kekuasaan di awal masa jabatan. Menurutnya, rotasi pejabat adalah hal lumrah, namun harus disertai alasan yang jelas dan terukur agar tidak menimbulkan gejolak internal birokrasi.
"Pergantian Sekda selalu punya implikasi besar. Yang paling penting adalah memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan administratif dan program pembangunan tetap berjalan," kata seorang pengamat tata kelola pemerintahan.
Hingga berita ini diturunkan, I Made Sudiarta belum memberikan pernyataan resmi terkait pencopotan dirinya. Sejumlah upaya konfirmasi masih dilakukan awak media. Pemerintah Kabupaten Klungkung memastikan pelayanan publik tidak terpengaruh dan seluruh agenda pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.
Comments (0)