Teknologi

Seniman Gao Zhen Divonis Tiga Tahun Penjara Atas Skulptur Satir Mao

BEIJING — Seniman kontroversial asal Tiongkok, Gao Zhen, resmi divonis tiga tahun penjara oleh pengadilan setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan mencemar

Seniman Gao Zhen Divonis Tiga Tahun Penjara Atas Skulptur Satir Mao

BEIJING — Seniman kontroversial asal Tiongkok, Gao Zhen, resmi divonis tiga tahun penjara oleh pengadilan setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan mencemarkan nama baik "pahlawan dan syuhada" negara tersebut. Vonis ini dijatuhkan setelah Gao menghabiskan dua tahun dalam penahanan sejak ia ditangkap saat berkunjung ke Tiongkok bersama keluarganya, demikian keterangan istri seniman itu dan sejumlah kelompok hak asasi manusia.

Gao Zhen dikenal luas di kancah seni internasional berkat karya-karya skulptur provokatif yang menampilkan figur mantan pemimpin Tiongkok, Mao Zedong, dalam posisi-posisi satir. Karyanya kerap dianggap sebagai kritik tajam terhadap kultus individu dan sejarah resmi yang dibangun Partai Komunis Tiongkok sepanjang abad ke-20.

Kasus yang Memicu Kecaman Internasional

Perkara ini menarik perhatian dunia internasional dan memicu gelombang kecaman dari kalangan aktivis HAM serta komunitas seni global. Alasannya sangat fundamental: karya seni yang menjadi dasar tuntutan tersebut justru diciptakan lebih dari sepuluh tahun sebelum Tiongkok memberlakukan undang-undang yang kini dipakai untuk menjatuhkan hukuman kepada Gao.

Penerapan undang-undang secara retroaktif terhadap karya seni merupakan pelanggaran serius terhadap asas legalitas dalam hukum pidana, ujar seorang pengamat hukum HAM yang tidak ingin disebutkan identitasnya, merujuk pada prinsip bahwa seseorang tidak dapat dipidana atas perbuatan yang belum diatur sebagai tindak pidana saat dilakukan.

Undang-undang yang dimaksud adalah regulasi tentang perlindungan "pahlawan dan syuhada" (heroes and martyrs) yang disahkan otoritas Beijing untuk melindungi reputasi tokoh-tokoh sejarah resmi Republik Rakyat Tiongkok dari kritik, candaan, maupun representasi seni yang dinilai merendahkan.

Kronologi Perjalanan Hukum Gao Zhen

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari keluarga dan kelompok pemantau hak asasi, rangkaian peristiwa kasus ini berlangsung sebagai berikut:

  1. Pembuatan karya seni — Gao Zhen menciptakan deretan skulptur satir bertema Mao Zedong lebih dari satu dekade silam; karya-karya ini sempat dipamerkan di berbagai galeri internasional.
  2. Penundukan regulasi — Tiongkok mengesahkan undang-undang yang mengkriminalkan pencemaran terhadap pahlawan dan syuhada nasional, jauh setelah karya tersebut lahir.
  3. Penangkapan — Gao ditahan aparat saat sedang berkunjung ke Tiongkok bersama keluarganya, dua tahun sebelum vonis dijatuhkan.
  4. Masa penahanan pra-persidangan — Ia menjalani dua tahun penahanan tanpa kepastian vonis, periode yang oleh aktivis disebut sebagai bentuk hukuman terselubung.
  5. Vonis akhir — Pengadilan menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara atas tuduhan pencemaran "pahlawan dan syuhada".

Dampak bagi Dunia Seni dan Kebebasan Berekspresi

Kasus Gao Zhen dinilai banyak pihak sebagai bagian dari tren pengetatan ruang kebebasan berekspresi di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir. Para kurator dan aktivis seni khawatir vonis ini akan menciptakan efek gentar (chilling effect) bagi seniman lain, baik yang tinggal di dalam negeri maupun diaspora yang kerap pulang kampung.

AspekKeterangan Kasus
TerdakwaGao Zhen, seniman skulptur
Vonis3 tahun penjara
Lama penahanan sebelum vonis2 tahun
Umur karya saat dijeratLebih dari 10 tahun
Dasar dakwaanUU pencemaran "pahlawan dan syuhada"
Status karya saat dibuatBelum ada larangan hukum
Selama karya diciptakan sebelum undang-undang ada, menjerat sang seniman hari ini berarti menghukum masa lalu yang saat itu sama sekali bukan kejahatan.

Hingga kabar ini diturunkan, belum ada indikasi apakah tim kuasa hukum Gao akan mengajukan upaya hukum banding. Kelompok HAM internasional mendesak otoritas Beijing membatalkan vonis dan membebaskan sang seniman, sambil menekan pentingnya penghormatan terhadap kebebasan seni dan prinsip-prinsip peradilan yang adil.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

[SOCIAL_TWEET]: BREAKING: Seniman Tiongkok Gao Zhen divonis 3 tahun penjara karena skulptur satir Mao Zedong — padahal karyanya dibuat 10 tahun SEBELUM undang-undang yang dipakai menghukumnya ada. #Tiongkok #KebebasanSeni [SOCIAL_TG]: ⚖️ VONIS SENIMAN GAU ZHEN: Tiga tahun penjara atas skulptur satir Mao Zedong. Dua tahun ditahan sebelum vonis. Dan yang paling disorot dunia: karyanya dibuat 10+ tahun sebelum UU yang dipakai menghukumnya ada. Detail lengkap di Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lidia-susanto

Reporter Olahraga Wanita. Fokus pada atlet perempuan dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Comments (0)

User