Teknologi

Sungai Serayu Surut Saat Kemarau, Pemancing Lokal Ramai Cari Rezeki

BANYUMAS — Surutnya debit aliran Sungai Serayu di puncak musim kemarau tahun ini justru menjadi ladang rezeki baru bagi sejumlah warga di Kabupaten Banyuma

Sungai Serayu Surut Saat Kemarau, Pemancing Lokal Ramai Cari Rezeki

BANYUMAS — Surutnya debit aliran Sungai Serayu di puncak musim kemarau tahun ini justru menjadi ladang rezeki baru bagi sejumlah warga di Kabupaten Banyumas. Mereka yang sehari-hari bekerja sebagai buruh, pedagang, hingga petani berbondong-bondong mendatangi kawasan Groundsil Sungai Serayu untuk memancing, dengan harapan hasil tangkapan bisa menambah penghasilan keluarga di tengah melambatnya lapangan kerja musiman.

Aktivitas pemancingan ini terlihat ramai pada Kamis sore, 5 Agustus 2026. Bersenjatakan peralatan sederhana mulai dari joran, senar, kail, jaring, hingga aneka umpan, para pemancing memilih titik-titik strategis di sepanjang bantaran sungai. Sebagian bahkan tidak ragu menyewa atau menaiki perahu kecil agar dapat lebih dekat ke lokasi berkumpulnya gerombolan ikan.

Kemarau Tiba, Debit Sungai Menurun

Musim kemarau yang berlangsung sejak beberapa pekan terakhir membuat volume air Sungai Serayu menyusut drastis. Aliran yang biasanya deras kini tenang, memperlihatkan gundukan pasir dan batu-batu besar yang selama ini terendam. Kondisi inilah yang oleh para pemancing dinilai sebagai momentum terbaik dalam setahun.

Salah satu pemancing, Eko (40), warga Desa Rawalo, mengungkapkan bahwa ikan predator di Sungai Serayu jauh lebih mudah diburu ketika air surut. Pasalnya, debit yang landai membuat ikan-ikan kecil naik ke permukaan dan aktif mencari makan, sehingga mengundang ikan-ikan besar mendekat.

“Lebih gampang pas musim kemarau, ikan baceman putihan. Kalau hujan banjir sering pancingnya tersangkut sampah,” ujar Eko singkat, Kamis (5/8/2026).

Ia menjelaskan bahwa saat hujan deras tiba, arus sungai membawa sampah dan ranting yang kerap membuat senar tersangkut. Sebaliknya, di musim kemarau, pandangan ke dalam air lebih jelas dan umpan lebih mudah disambar.

Kronologi Sehari Memancing di Serayu

Berdasarkan pantauan di lokasi, rangkaian aktivitas para pemancing di kawasan Groundsil Sungai Serayu berlangsung dalam urutan sebagai berikut:

  1. Sore hari — Para pemancing mulai datang ke bantaran sungai sambil membawa joran, ember, jaring, serta bekal umpan yang umumnya berupa cacing, pelet, atau ikan kecil.
  2. Pemilihan titik — Mereka memilih spot yang dianggap banyak ikan, sebagian memutuskan menaiki perahu kecil untuk mendekati tengah aliran tempat gerombolan ikan berkumpul.
  3. Proses memancing — Dengan kesabaran tinggi, mereka menunggu umpan disambar, sesekali memindahkan posisi ketika hasil di satu titik mulai sepi.
  4. Panen hasil — Ikan yang berhasil didapat dikumpulkan dalam ember, sebagian langsung ditimbang oleh pembeli yang kebetulan berada di lokasi.
  5. Penjualan — Hasil tangkapan kemudian dijual kepada tengkulak di pasar atau dinegosiasikan langsung di tepi sungai.

Tambahan Rupiah dari Ujung Kail

Bagi para pemancing, aktivitas ini bukan semata hobi, melainkan juga cara bertahan secara ekonomi. Eko mengakui hasil tangkapan biasanya dijual ke tengkulak di pasar untuk tambahan uang jajan maupun kebutuhan rumah tangga.

“Kalau lagi bagus ada yang beli langsung di tempat, harga nego lah, sama rokok. Lumayan buat tambahan dompet,” katanya sambil tertawa.

Fenomena serupa dirasakan Warno (51), warga Desa Kebasen. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu mengaku belum mendapatkan proyek baru dalam beberapa waktu terakhir. Memancing di Sungai Serayu ia jalani untuk mengisi waktu sekaligus mencari penghasilan tambahan.

“Ya hobi, ngitung-ngitung nyari tambahan rokok mas. Lagi belum dapat proyekan,” ungkapnya.

Riko Terpeleset Tak Menghalangi Niat

Meski tampak santai, aktivitas memancing di sungai yang surut tetap menyimpan risiko. Permukaan batu yang licin dan lumpur tebal di dasar sungai berpotensi membuat siapa pun terpeleset. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan niat para pencari rezeki ini. Bagi mereka, sedikit risiko sepadan dengan peluang meraih rupiah tambahan di masa-masa sulit.

Hingga senja tiba, siluet joran-joran masih terlihat berdiri di sepanjang bantaran Sungai Serayu. Selama kemarau berlangsung dan air terus surut, diperkirakan jumlah pemancing lokal yang datang akan semakin ramai.

[SOCIAL_TWEET]: Sungai Serayu surut saat kemarau, pemancing lokal Banyumas ramai-ramai berburu rezeki. Simak kisah lengkapnya di Terdepan.id! #Banyumas #Serayu #Memancing[SOCIAL_TG]: 🎣 Sungai Serayu Surut, Pemancing Lokal Berburu Rezeki — Debit menurun saat kemarau dimanfaatkan warga Banyumas untuk memancing di Groundsil Sungai Serayu. Hasilnya dijual ke tengkulak untuk tambahan penghasilan. Baca selengkapnya di Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS suwandi-tan

Editor Olahraga. Mantan jurnalis olahraga cetak. Meliput Piala Dunia 3 edisi.

Comments (0)

User