Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus kecaman keras atas insiden berdarah yang menimpa rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Kampung Muliama, Papua Pegunungan. Penyerangan brutal yang dilancarkan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut mengakibatkan tiga petugas pangan gugur saat menjalankan tugas pelayanan publik.
Mentan menegaskan bahwa aparatur sipil dan penyuluh pertanian di garis terdepan merupakan pahlawan kemanusiaan yang berjuang demi kesejahteraan masyarakat lokal. Serangan bersenjata terhadap pelayan sektor pertanian dinilai sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan yang mencederai upaya peningkatan taraf hidup masyarakat pedalaman.
"Petugas pangan bukan ancaman bagi pihak mana pun. Mereka datang dengan niat tulus untuk mendampingi petani lokal, memperkuat ketahanan pangan, dan memastikan anak-anak kita tidak kekurangan gizi. Mereka adalah pejuang kemanusiaan yang wajib dilindungi oleh segenap komponen bangsa," tegas Amran Sulaiman.
Dedikasi Petugas Pertanian di Wilayah Terdepan
Tugas pembinaan sektor pertanian di wilayah Papua Pegunungan memiliki tantangan geografis dan sosial yang luar biasa berat. Para penyuluh dan pegawai teknis dinas kerap menembus medan ekstrem demi menyalurkan bantuan bibit, pupuk, serta memberikan edukasi bercocok tanam langsung ke kampung-kampung terpencil.
Pemerintah menaruh perhatian besar pada pembangunan sektor agraris di Tanah Papua guna memutus rantai ketergantungan pasokan dari luar wilayah. Insiden penembakan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan masyarakat luas.
- Korban Jiwa: Tiga orang petugas Dinas Pertanian gugur dalam penugasan resmi.
- Lokasi Kejadian: Kampung Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
- Tuntutan Perlindungan: Peningkatan pengamanan ketat bagi seluruh tenaga teknis sipil di zona rawan.
Desakan Koordinasi Keamanan dengan TNI dan Polri
Menindaklanjuti ancaman keselamatan kerja di daerah konflik, Kementerian Pertanian berkoordinasi intensif dengan aparat penegak hukum serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pengawalan terpadu dinilai mendesak agar program ketahanan pangan nasional tidak terhenti akibat intimidasi dan aksi kekerasan bersenjata.
Amran meminta pemerintah daerah bersama aparat keamanan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap protokol keselamatan kerja lapangan bagi aparatur sipil negara yang bertugas di zona merah. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh teror, namun keselamatan nyawa para petugas tetap harus menjadi prioritas mutlak.
"Kami meminta aparat keamanan menindak tegas para pelaku kekerasan tersebut. Pembangunan pertanian untuk menyejahterakan rakyat Papua tidak boleh surut, namun perlindungan optimal terhadap petugas di lapangan harus terjamin sepenuhnya," tambah Amran.
Santunan dan Komitmen Keberlanjutan Program
Kementerian Pertanian memastikan akan memberikan perhatian khusus dan santunan kepada keluarga korban yang ditinggalkan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan para almarhum. Kementan juga terus berkomitmen mendampingi para petani lokal Papua demi terwujudnya kedaulatan pangan yang berkelanjutan di seluruh pelosok Nusantara.
Comments (0)