Bisnis

Mabes TNI Imbau Masyarakat Ubah Cara Kelola Lahan Mencegah Karhutla

JAKARTA, Terdepan.id — Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) secara masif terus menggalakkan strategi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (K

Mabes TNI Imbau Masyarakat Ubah Cara Kelola Lahan Mencegah Karhutla

JAKARTA, Terdepan.id — Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) secara masif terus menggalakkan strategi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai wilayah rawan di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons atas ancaman bencana ekologis tahunan yang kerap dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar yang tidak terkendali.

Ketua Tim Satgas Penyuluhan Mabes TNI, Brigjen TNI Hari Mulyanto, menegaskan pentingnya pergeseran pola pikir (mindset) masyarakat dalam memanfaatkan dan mengolah lahan pertanian maupun perkebunan. Menurutnya, pendekatan teknis di lapangan harus diimbangi dengan edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat meninggalkan praktik tradisional tebas-bakar.

"Kita harus mengedukasi dan mengajak masyarakat agar secara sadar mengubah cara pandang dalam mengelola lahan. Membakar lahan mungkin terlihat cepat dan murah secara jangka pendek, namun dampaknya secara ekologis dan ekonomi sangat destruktif bagi negara dan kesehatan masyarakat," ujar Brigjen TNI Hari Mulyanto di hadapan jajaran Satgas Penyuluhan.

Transformasi Paradigma Pengelolaan Lahan Masyarakat

Berdasarkan data kementerian terkait, lebih dari 90 persen insiden kebakaran hutan dan lahan di Indonesia disebabkan oleh faktor manusia, terutama praktik pembukaan lahan berbiaya rendah. Meskipun metode pembakaran terkesan hemat biaya, dampak kerugian ekonomi nasional yang ditimbulkan pernah mencapai angka fantastis hingga Rp73,9 triliun pada gelombang bencana karhutla besar sebelumnya.

TNI mendorong penerapan metode Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Metode modern ini memanfaatkan pemotongan mekanis, pengomposan sisa vegetasi, serta pemanfaatan cairan dekomposer hayati untuk menyuburkan tanah secara alami tanpa harus menyulut api.

Kronologi dan tahapan Penanganan Karhutla oleh Satgas TNI

Dalam menjalankan misi edukasi dan mitigasi di lapangan, Satgas TNI menerapkan serangkaian langkah terstruktur secara bertahap:

  1. Pemetaan Wilayah Rawan Bencana: Identifikasi titik-titik panas (hotspot) dan pemetaan area gambut kritis yang memiliki tingkat kerawanan terbakar sangat tinggi.
  2. Sosialisasi Terpadu dan Edukasi PLTB: Penerjunan personel Babinsa bersama instansi terkait untuk mendatangi kelompok tani dan memberikan pelatihan pengolahan pupuk komposting dari sisa tebasan.
  3. Pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA): Menggalang partisipasi aktif warga lokal sebagai garda terdepan pelapor dan pemadam dini titik api kecil di desa.
  4. Patroli Terpadu dan Penegakan Hukum: Pelaksanaan patroli rutin bersama Polri, Manggala Agni, dan relawan untuk memastikan tidak ada aktivitas pembakaran liar di kawasan hutan produksi maupun lindung.

Analisis Perbandingan Metode Pengelolaan Lahan

Untuk memahami efisiensi dan tingkat keamanan dari pendekatan baru yang ditawarkan pemerintah dan TNI, berikut adalah analisis perbandingan antara metode tradisional dan metode ramah lingkungan:

Indikator Evaluasi Metode Tebas-Bakar Tradisional Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB)
Biaya Operasional Awal Sangat Murah Sedang (Butuh alat & bahan dekomposer)
Dampak Kualitas Tanah Merusak mikroorganisme dan unsur hara tanah Meningkatkan bahan organik dan kesuburan tanah
Risiko Bencana Ekologis Sangat Tinggi (Api mudah meluas) Nihil (Bebas bahaya kebakaran)
Konstruksi Hukum Melanggar hukum (Ancaman pidana & denda) Dianjurkan oleh regulasi pemerintah

Sinergi Lintas Sektor untuk Solusi Berkelanjutan

Pencegahan karhutla tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada aparat keamanan. "Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, sektor swasta, dan tokoh masyarakat lokal adalah kunci mutlak," tambah Brigjen TNI Hari Mulyanto. Dengan terbukanya wawasan masyarakat mengenai teknik pertanian modern tanpa bakar, diharapkan angka kejadian karhutla dapat ditekan hingga titik terendah pada musim kemarau mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User