Bisnis

Festival Harmoni Utan Kayu Selatan Sambut Benyamin S Award

Suasana Kampung Hijau Utan Kayu Selatan berubah semarak pada akhir pekan lalu. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti karnaval yang menjadi puncak rangkaian Fe

Festival Harmoni Utan Kayu Selatan Sambut Benyamin S Award

Suasana Kampung Hijau Utan Kayu Selatan berubah semarak pada akhir pekan lalu. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti karnaval yang menjadi puncak rangkaian Festival Harmoni, sebuah perhelatan akbar yang digelar sebagai persiapan menyambut ajang Benyamin S Award. Jalanan kampung yang biasanya lengang berubah menjadi panggung rakyat, diwarnai aneka kostum, musik tradisional, dan yel-yel kebanggaan warga.

Sejak pagi, warga dari berbagai Rukun Warga (RW) mulai berdatangan membawa atribut masing-masing. Anak-anak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, sementara kelompok ibu-ibu menampilkan tarian kolaborasi yang menggabungkan budaya Betawi dan modern. Tidak ketinggalan, para pemuda menampilkan pertunjukan tanjidor yang membangkitkan semangat karnaval.

Kolaborasi Warga dan Pengurus Jadi Kunci Kemajuan

Festival Harmoni bukan sekadar pesta rakyat biasa. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara warga dan pengurus lingkungan dalam mendorong kemajuan daerah. Lurah Utan Kayu Selatan menyatakan bahwa festival ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus mempromosikan potensi lokal.

"Ini bukan hanya soal pesta, tapi bagaimana kita membangun kebersamaan dan rasa memiliki terhadap kampung kita. Partisipasi warga luar biasa," ujar Lurah Utan Kayu Selatan di sela acara.

Antusiasme warga terlihat dari jumlah peserta karnaval yang mencapai lebih dari 1.000 orang, terbagi dalam 12 kelompok dari tingkat RW. Setiap kelompok menampilkan tema berbeda, mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga pertunjukan seni budaya.

Persiapan Menuju Benyamin S Award

Benyamin S Award merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada daerah atau komunitas yang dinilai berhasil mengangkat seni dan budaya Betawi. Festival Harmoni menjadi salah satu penilaian penting dalam proses seleksi tersebut.

Beberapa indikator penilaian antara lain partisipasi masyarakat, kreativitas pertunjukan, pelestarian budaya lokal, serta dampak sosial-ekonomi bagi warga. Berikut perbandingan capaian Festival Harmoni tahun ini dengan tahun sebelumnya:

Aspek Tahun Lalu Tahun Ini
Jumlah Peserta Karnaval 700 orang 1.000+ orang
Kelompok Peserta 8 RW 12 RW
UMKM Terlibat 25 tenant 60 tenant
Durasi Acara 1 hari 2 hari

Peningkatan signifikan pada berbagai aspek menunjukkan bahwa Festival Harmoni semakin matang sebagai agenda tahunan. Menurut pengamat sosial budaya, kolaborasi seperti ini merupakan modal penting dalam membangun ketahanan sosial masyarakat perkotaan.

Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Warga

Selain aspek budaya, festival ini juga memberikan dampak ekonomi nyata. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dilibatkan sebagai penyedia kuliner dan produk kerajinan. Omzet mereka dilaporkan meningkat hingga 40 persen selama dua hari penyelenggaraan.

  • Peningkatan kunjungan wisatawan lokal ke Kampung Hijau Utan Kayu Selatan
  • Terbentuknya jaringan kolaborasi antar-RW yang lebih solid
  • Munculnya ide-ide baru untuk pengembangan kampung wisata tematik
  • Meningkatnya rasa bangga warga terhadap identitas lingkungan

Dengan persiapan matang melalui Festival Harmoni, Utan Kayu Selatan optimistis dapat meraih Benyamin S Award. Terlepas dari hasil akhirnya, semangat kolaborasi yang tumbuh di tengah warga menjadi kemenangan tersendiri bagi kemajuan daerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS suwandi-tan

Editor Olahraga. Mantan jurnalis olahraga cetak. Meliput Piala Dunia 3 edisi.

Comments (0)

User