Teknologi

AMERIKA SERIKAT — Kongres Ajukan RUU Kenaikan Upah Minimum 25 Dolar

WASHINGTON — Kongres Amerika Serikat secara resmi mulai membahas inisiatif legislatif strategis yang dirancang untuk mereformasi standar pengupahan nasiona

AMERIKA SERIKAT — Kongres Ajukan RUU Kenaikan Upah Minimum 25 Dolar

WASHINGTON — Kongres Amerika Serikat secara resmi mulai membahas inisiatif legislatif strategis yang dirancang untuk mereformasi standar pengupahan nasional. Rancangan Undang-Undang bertajuk “Living Wage for All Act” atau terdaftar di Dewan Perwakilan Rakyat sebagai RUU HR 8555, mengusulkan penaikan upah minimum federal secara bertahap hingga mencapai US$25 per jam dalam kurun waktu 13 tahun ke depan.

Inisiatif yang dipelopori oleh Senator Partai Demokrat asal Connecticut, Chris Murphy, bersama rekan-rekannya di Kongres ini hadir sebagai jawaban atas stagnasi upah minimum federal AS yang tidak pernah mengalami revisi sejak tahun 2009, di mana nominalnya tertahan pada angka US$7,25 per jam selama lebih dari satu dekade.

Kronologi dan Linimasa Implementasi Bertahap

Draf RUU HR 8555 merancang skema kenaikan bertingkat guna memitigasi guncangan beban operasional terhadap pelaku usaha, dengan jadwal implementasi sebagai berikut:

  1. Januari 2026 (Tahap Awal Nasional): Seluruh kategori pemberi kerja diwajibkan menaikkan upah minimum dari US$7,25 menjadi US$12 per jam sebagai batas dasar transisi.
  2. Tahun 2031 (Tenggat Korporasi Skala Besar): Perusahaan-perusahaan besar diwajibkan telah memenuhi batas upah minimum penuh sebesar US$25 per jam.
  3. Tahun 2038 (Tenggat Pelaku Usaha Kecil): Entitas bisnis kategori kecil dan menengah diberikan masa tenggang tambahan hingga 2038 untuk mencapai standar upah US$25 per jam secara bertahap.

Klasifikasi Ketat Kategori Pemberi Kerja

Guna menjaga stabilitas ekosistem ekonomi, RUU HR 8555 membagi kewajiban kepatuhan berdasarkan kapasitas finansial dan jumlah tenaga kerja perusahaan.

  • Korporasi Besar: Didefinisikan sebagai entitas bisnis dengan pendapatan bruto mencapai US$1 miliar atau lebih per tahun, atau mempekerjakan setidaknya 500 tenaga kerja.
  • Pemberi Kerja Skala Kecil: Unit usaha yang berada di bawah ambang batas pendapatan dan jumlah pegawai tersebut, mendapatkan fleksibilitas waktu transisi hingga tujuh tahun lebih lama dibanding korporasi raksasa.
"Penyesuaian upah minimum federal sudah sangat mendesak mengingat lonjakan biaya hidup dan inflasi yang menekan daya beli jutaan keluarga pekerja di seluruh penjuru negeri," tegas perwakilan legislatif dalam pengantar RUU tersebut.

Urgensi Reformasi Upah Minimum Federal

Selama 15 tahun terakhir, ketiadaan penyesuaian regulasi di tingkat federal telah memaksa lebih dari 25 negara bagian di AS mengambil langkah mandiri dengan menaikkan upah minimum lokal mereka. Namun, disparitas upah antarwilayah tetap melebar, meninggalkan jutaan pekerja di negara bagian tanpa perlindungan upah layak.

Apabila RUU HR 8555 disahkan menjadi undang-undang, jutaan pekerja sektor upah rendah—mulai dari bidang ritel, logistik, hingga jasa makanan—akan mendapatkan jaminan kenaikan pendapatan yang terstruktur, sekaligus memberikan kepastian regulasi jangka panjang bagi dunia usaha nasional.

RUU HR 8555 (Living Wage for All Act) resmi diajukan untuk merombak upah federal yang mandek sejak 2009. Kenaikan dimulai dari US$12 pada 2026 hingga mencapai US$25 per jam pada 2031 bagi korporasi besar dan 2038 bagi usaha kecil. Simak laporan lengkap di Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User