Teknologi

Pramono Anung Minta Laga Persija Lawan Persib di Jakarta Bebas Kerusuhan

JAKARTA — Pertandingan sarat gengsi antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung akhirnya kembali bergulir di ibu kota setelah penantian panjang hampir tu

Pramono Anung Minta Laga Persija Lawan Persib di Jakarta Bebas Kerusuhan

JAKARTA — Pertandingan sarat gengsi antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung akhirnya kembali bergulir di ibu kota setelah penantian panjang hampir tujuh tahun. Bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, laga bertajuk *El Clasico Indonesia* ini menjadi sorotan utama publik sepak bola nasional. Menanggapi momen krusial tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan instruksi tegas agar seluruh pihak menjaga kondusivitas dan memastikan tidak ada aksi kekerasan atau kerusuhan yang mencoreng nama baik Jakarta.

Kronologi Kembalinya Duel Klasik ke Ibu Kota

Pertemuan kedua tim di Jakarta memiliki catatan sejarah yang panjang dan penuh dinamika keamanan. Berikut rekam jejak pelaksanaan laga kandang Persija saat menghadapi rival abadinya:

  1. Periode 2018–2019: Persija terakhir kali menjamu Persib di SUGBK dengan atmosfer penuh tensi tinggi sebelum akhirnya serangkaian insiden keamanan memaksa laga-laga berikutnya digelar di luar Jakarta.
  2. Periode 2020–2023: Faktor pandemi serta evaluasi izin keamanan dari pihak kepolisian membuat duel klasik kerap dipindahkan ke stadion alternatif seperti Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi, Stadion Si Jalak Harupat, hingga Stadion Kapten I Wayan Dipta di Bali.
  3. Tahun 2024–2025: Melalui koordinasi intensif antara manajemen klub, kepolisian, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, izin penggunaan SUGBK akhirnya kembali diterbitkan dengan pengawasan ketat.

Pemerintah Provinsi DKI Tekankan Budaya Tertib

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa kembalinya pertandingan bergengsi ini ke jantung ibu kota harus dimaknai sebagai momentum kebangkitan kedewasaan suporter. Pihaknya tidak mentoleransi tindakan anarkis yang merusak fasilitas publik maupun mengancam keselamatan warga.

"Hampir tujuh tahun Persija tidak menjamu Persib di Jakarta. Ini adalah momentum besar bagi sepak bola kita. Saya meminta dengan sangat, jangan ada kerusuhan! Tunjukkan bahwa suporter Jakarta ramah, tertib, dan mampu menjadi tuan rumah yang membanggakan," tegas Pramono Anung saat memberikan keterangannya di Balai Kota DKI Jakarta.

Skema Pengamanan dan Kesiapan Fasilitas Publik

Guna mengantisipasi potensi gesekan, Pemprov DKI bersama Polda Metro Jaya telah menyusun langkah mitigasi komprehensif di area Senayan dan sekitarnya:

  • Penebalan Pasukan Pengamanan: Ribuan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP disiagakan di ring satu hingga area penyangga SUGBK.
  • Pemeriksaan Berlapis: Penerapan *body checking* ketat di setiap gerbang masuk untuk mencegah masuknya suar (*flare*), senjata tajam, serta minuman keras.
  • Operasional Transportasi Publik: Penambahan jam operasional dan armada Transjakarta serta MRT Jakarta untuk memfasilitasi mobilisasi suporter agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pribadi.

Pramono berharap atmosfer sportifitas dapat dijunjung tinggi, baik oleh para pemain di atas lapangan hijau maupun para pendukung di tribun penonton. Keberhasilan pelaksanaan laga ini akan menjadi tolok ukur perizinan agenda-agenda olahraga berskala besar lainnya di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User