Teknologi

Polisi Kanada Dikecam Karena Biarkan Pelaku Voyeurisme Mengintai Korban Baru

VICTORIA — Kinerja aparat kepolisian di Kanada kini menuai sorotan tajam setelah dokumen pengadilan terbaru mengungkap bahwa kepolisian Saanich membiarkan

Polisi Kanada Dikecam Karena Biarkan Pelaku Voyeurisme Mengintai Korban Baru

VICTORIA — Kinerja aparat kepolisian di Kanada kini menuai sorotan tajam setelah dokumen pengadilan terbaru mengungkap bahwa kepolisian Saanich membiarkan seorang pelaku kejahatan seksual berkeliaran mencari korban baru selama lebih dari satu bulan tanpa melakukan intervensi langsung.

Pelaku yang diidentifikasi sebagai Yin Yeung Derek Chan, tercatat sebagai narapidana kasus voyeurisme paling produktif dalam sejarah Kanada. Berdasarkan catatan persidangan yang berhasil dihimpun, Chan tampak bebas menyusuri sejumlah pusat perbelanjaan dan fasilitas umum dengan memegang telepon genggam di tangannya saat berstatus bebas dengan jaminan (bail), tindakan yang secara nyata melanggar syarat pembebasannya.

Kronologi Pengawasan Tanpa Tindakan Kepolisian

Dokumen pengadilan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (Crown lawyer) membeberkan runtutan peristiwa pemantauan yang dilakukan pihak kepolisian Saanich terhadap gerak-gerik Chan:

  1. Pelanggaran Syarat Jaminan: Chan yang sebelumnya ditangkap atas dakwaan merekam ratusan perempuan secara sembunyi-sembunyi, dibebaskan dengan klausul larangan ketat terkait kepemilikan dan penggunaan perangkat kamera di ruang publik.
  2. Pemantauan Intensif: Selama periode lebih dari 30 hari, petugas kepolisian melakukan pembuntutan dan memantau aktivitas Chan secara visual dari kejauhan.
  3. Aktivitas di Lokasi Rawan: Tersangka terpantau mendatangi gerai toko barang bekas Value Village dan pusat kebugaran Fitness World di kawasan Victoria, British Columbia—dua lokasi yang sebelumnya menjadi arena kejahatan tempat ia merekam para korbannya.
  4. Pembiaran di Lapangan: Kendati Chan terlihat jelas menggenggam ponsel cerdas dan dicurigai sedang berburu target korban baru, aparat penegak hukum yang bertugas tidak segera menyergap atau menghentikan aksinya di tempat.
"Pelaku terlihat berkeliling di pusat kebugaran dan pertokoan ritel dengan ponsel siap guna, memicu dugaan kuat bahwa ia sedang mengincar korban perempuan dan anak di bawah umur berikutnya," tulis representasi jaksa dalam berkas persidangan.

Catatan Kejahatan Masa Lalu dan Ancaman Keamanan

Kasus Chan sebelumnya mengguncang publik Kanada setelah aparat menemukan ribuan materi rekaman video ilegal yang diambil di kamar pas, toilet umum, dan area privat lainnya. Investigasi forensik memastikan ada ratusan perempuan dan anak perempuan yang menjadi korban perekaman tanpa izin.

Kelalaian aparat dalam mengambil langkah pencegahan dini (preventive action) saat Chan melanggar status jaminannya dinilai para pemerhati hukum sebagai ancaman serius bagi keamanan publik. Keputusan untuk sekadar mengamati alih-alih menangkap dikhawatirkan memberi ruang bagi Chan untuk menambah daftar korban pelecehan seksual non-kontak tersebut.

Desakan Reformasi Pengawasan Pelaku Kejahatan Seksual

Terungkapnya fakta persidangan ini memicu desakan publik terhadap reformasi sistem jaminan dan protokol pengawasan kepolisian di British Columbia. Pihak-pihak terkait menuntut transparansi mengenai alasan kepolisian memilih strategi pengawasan pasif ketimbang pengamanan langsung terhadap pelanggar hukum berisiko tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User