Teknologi

MANILA — Syarat Pemakzulan Wapres Sara Duterte Berpotensi Turun Jadi 13 Suara

MANILA — Ambang batas perolehan suara yang dibutuhkan untuk memakzulkan dan menyatakan bersalah Wakil Presiden Filipina, Sara Z. Duterte, berpeluang turun

MANILA — Syarat Pemakzulan Wapres Sara Duterte Berpotensi Turun Jadi 13 Suara

MANILA — Ambang batas perolehan suara yang dibutuhkan untuk memakzulkan dan menyatakan bersalah Wakil Presiden Filipina, Sara Z. Duterte, berpeluang turun menjadi hanya 13 suara. Hal ini dapat terjadi apabila hanya ada 20 senator yang secara hukum memenuhi syarat dan bertindak sebagai juri pengadilan pemakzulan (senator-judges) saat vonis dijatuhkan.

Pandangan hukum tersebut disampaikan oleh pakar hukum terkemuka Filipina, Howard Calleja. Ia merujuk pada ketentuan konstitusi yang mewajibkan mayoritas dua pertiga suara dari anggota senat yang berwenang untuk memutus perkara pemakzulan pejabat tinggi negara.

"Kami menerapkan prinsip dua pertiga suara. Apabila jumlah anggota majelis yang aktif dan memiliki hak suara secara sah berkurang menjadi 20 orang, maka kuorum putusan akan disesuaikan dengan basis jumlah tersebut," ujar Calleja dalam analisis hukumnya di Manila.

Tafsir Konstitusi Terhadap Kuorum Pemakzulan

Berdasarkan Konstitusi Filipina 1987, Senat Filipina terdiri dari 24 anggota terpilih. Dalam kondisi normal, dibutuhkan sedikitnya 16 suara (dua pertiga dari 24) untuk mendakwa dan memberhentikan seorang presiden atau wakil presiden dari jabatannya.

Namun, dalam situasi tertentu di mana sejumlah senator berhalangan tetap, mengundurkan diri, menghadapi konflik kepentingan, atau terkena sanksi hukum, jumlah senator yang duduk sebagai majelis hakim dapat berkurang. Jika majelis hakim yang sah hanya berjumlah 20 orang, maka perhitungan dua pertiga dari total tersebut menghasilkan ambang batas baru sebanyak 13 hingga 14 suara.

Kronologi Tahapan Menuju Pengadilan Pemakzulan

Proses pemakzulan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte melalui sejumlah tahapan resmi di parlemen sebelum mencapai tahap pembacaan vonis di Senat:

  1. Pengajuan Dakwaan di DPR: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina merumuskan dan meloloskan pasal-pasal pemakzulan (articles of impeachment) terkait dugaan penyalahgunaan dana publik.
  2. Pelimpahan ke Senat: DPR secara resmi mengirimkan berkas dakwaan ke Senat untuk membentuk pengadilan pemakzulan.
  3. Sumpah Senator-Juri: Para senator diambil sumpahnya secara khusus untuk bertindak sebagai majelis juri yang netral dan terikat kode etik peradilan.
  4. Persidangan dan Pembuktian: Majelis mendengarkan keterangan saksi, pemeriksaan bukti, dan pembelaan dari pihak tergugat.
  5. Pemungutan Suara Vonis: Setiap senator memberikan suara secara terbuka untuk menentukan bersalah atau tidaknya tergugat.

Implikasi Politik dan Posisi Sara Duterte

Perdebatan mengenai batas minimal suara ini menjadi krusial di tengah memanasnya tensi politik antara kubu Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan keluarga Duterte. Sejumlah poin penting yang menjadi sorotan publik antara lain:

  • Legitimasi Putusan: Pengurangan jumlah senator aktif dapat memicu gugatan hukum lanjutan ke Mahkamah Agung terkait keabsahan definisi "seluruh anggota Senat".
  • Peta Kekuatan Politik: Penurunan ambang batas menjadi 13 suara dipandang mempersempit ruang manuver politik Sara Duterte untuk menggalang suara penyelamat di Senat.
  • Stabilitas Pemerintahan: Putusan pemakzulan ini diprediksi akan mengubah konstelasi politik nasional menjelang pemilihan paruh waktu di Filipina.

Hingga saat ini, publik dan pengamat hukum terus mengawal proses di Senat untuk memastikan persidangan pemakzulan berjalan sesuai koridor hukum dan konstitusi yang berlaku.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User