Teknologi

MA Argentina Tolak Gugatan Balik Cristina Kirchner Terkait Dólar Futuro

BUENOS AIRES — Mahkamah Agung Argentina resmi menolak gugatan balik yang diajukan oleh mantan Presiden Cristina Fernández de Kirchner terhadap mantan Guber

MA Argentina Tolak Gugatan Balik Cristina Kirchner Terkait Dólar Futuro

BUENOS AIRES — Mahkamah Agung Argentina resmi menolak gugatan balik yang diajukan oleh mantan Presiden Cristina Fernández de Kirchner terhadap mantan Gubernur Bank Sentral, Federico Sturzenegger. Keputusan ini menghentikan upaya hukum kubu Kirchner yang menuntut penyelidikan atas dugaan manipulasi kontrak perdagangan valuta asing berjangka (dólar futuro) pada era kepemimpinan Presiden Mauricio Macri.

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan permohonan yang diajukan oleh Kirchner sebagai pihak penggugat tidak dapat diterima (inadmisible). Sturzenegger, yang kini menjabat sebagai Menteri Deregulasi dan Transformasi Negara di bawah pemerintahan Presiden Javier Milei, sebelumnya dituding melakukan tindak pidana kecurangan terhadap administrasi publik saat memimpin bank sentral pada awal masa pemerintahan Macri.

Latar Belakang Sengketa Dólar Futuro

Perseteruan hukum ini berakar dari penyelidikan intensif yang dimulai hampir satu dekade lalu, ketika Cristina Kirchner dituduh merugikan negara melalui penetapan harga dolar berjangka di akhir masa jabatannya pada tahun 2015.

"Langkah hukum ini merupakan respons atas rentetan proses peradilan panjang yang telah membayangi dinamika politik dan moneter Argentina selama bertahun-tahun," demikian catatan dalam berkas peradilan federal.

Perjalanan kasus ini melibatkan sejumlah tokoh sentral ekonomi dan politik Argentina, di antaranya:

  • Cristina Fernández de Kirchner: Mantan Presiden Argentina (2007–2015) dan mantan Wakil Presiden.
  • Axel Kicillof: Mantan Menteri Ekonomi yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Provinsi Buenos Aires.
  • Alejandro Vanoli: Mantan Presiden Bank Sentral Argentina pada era akhir pemerintahan Kirchner.
  • Federico Sturzenegger: Eks Kepala Bank Sentral era Mauricio Macri yang kini memimpin kementerian deregulasi.

Kronologi Proses Hukum dan Pembatalan Perkara

Konflik peradilan terkait skandal valuta asing ini berlangsung melalui linimasa yang panjang:

  1. Tahun 2016: Mendiang Hakim Federal Claudio Bonadio memanggil Cristina Kirchner, Axel Kicillof, dan Alejandro Vanoli untuk pemeriksaan terkait dugaan penjualan dolar berjangka di bawah harga pasar oleh Bank Sentral.
  2. Tahun 2016 (Lanjutan): Kelompok anggota parlemen pro-Kirchner melayangkan gugatan balik terhadap Federico Sturzenegger dan Hakim Bonadio, menuduh otoritas baru membayar kontrak tersebut dengan harga devaluasi yang merugikan keuangan negara.
  3. 5 Desember 2024: Mahkamah Agung Argentina secara inkrah membebaskan (sobreseimiento) Cristina Kirchner, Axel Kicillof, dan Alejandro Vanoli dari segala tuduhan dalam perkara utama dólar futuro.
  4. Februari 2025: Mahkamah Agung secara resmi menolak gugatan balik kubu Kirchner terhadap Sturzenegger, menutup sepenuhnya babak perselisihan hukum ini.

Implikasi Putusan Terhadap Konstelasi Politik

Penolakan oleh Mahkamah Agung ini memberikan kepastian hukum bagi Federico Sturzenegger, yang saat ini menjadi salah satu arsitek utama reformasi ekonomi kabinet Javier Milei. Dengan tuntasnya perkara ini, perdebatan yuridis mengenai kebijakan moneter era transisi 2015–2016 dinyatakan selesai di tingkat peradilan tertinggi, meskipun tensi politik antara kubu Peronis dan pemerintah berkuasa tetap membayangi panggung nasional Argentina.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User