Bisnis

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Tegaskan Komitmen Rawat Budaya Bangsa

Kehadiran Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam agenda pembukaan pameran tunggal seniman kontemporer te

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Tegaskan Komitmen Rawat Budaya Bangsa

Kehadiran Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam agenda pembukaan pameran tunggal seniman kontemporer terkemuka, Nasirun, mendapatkan apresiasi luas dari berbagai kalangan pegiat seni dan budayawan nasional. Acara bertajuk "Bersimpuh di Kaki Para Guru" tersebut dihelat di Galeri Nasional Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat, sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai keteladanan serta kearifan lokal Nusantara.

Langkah pimpinan tertinggi korps Bhayangkara ini dipandang sebagai sinyal kuat mengenai pentingnya sinergi antara institusi penegak hukum dan elemen kebudayaan dalam merawat persatuan nasional. Kehadiran tokoh kepolisian di ruang seni menjadi jembatan dialogis yang mempertemukan nilai humanisme kepolisian dengan kepekaan estetika para seniman.

Kronologi dan Rangkaian Agenda Pembukaan Pameran

Rangkaian perhelatan seni rupa berskala nasional ini berjalan khidmat dan tertib melalui beberapa tahapan utama:

  1. Penyambutan dan Pembukaan Resmi: Acara dibuka dengan penyambutan jajaran tamu kehormatan, tokoh seniman, budayawan, serta kurator pameran di Gedung A Galeri Nasional Indonesia.
  2. Peninjauan Karya Seni: Kapolri bersama Nasirun berkeliling meninjau instalasi lukisan serta karya seni rupa yang sarat pesan spiritualitas dan penghormatan kepada para guru bangsa.
  3. Dialog Kebudayaan: Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah serta refleksi singkat mengenai relevansi seni kontemporer terhadap penguatan ketahanan moral dan etika publik di era modern.
"Seni dan kebudayaan adalah pilar utama pembentukan karakter bangsa. Kehadiran ruang apresiasi seperti pameran ini mengingatkan kita semua akan pentingnya keteladanan, rasa hormat kepada para pendahulu, serta pemeliharaan kerukunan masyarakat yang majemuk," ujar perwakilan panitia dalam sesi sambutan.

Seni sebagai Instrumen Pemersatu dan Penguat Karakter Bangsa

Pameran "Bersimpuh di Kaki Para Guru" karya Nasirun mengangkat refleksi mendalam mengenai posisi guru—baik secara spiritual, kultural, maupun intelektual—dalam menuntun perjalanan peradaban bangsa. Dukungan institusional dari figur publik seperti Kapolri menegaskan bahwa pendekatan keamanan nasional tidak hanya bertumpu pada hukum formal, melainkan juga melalui pendekatan kultural yang persuasif dan inklusif.

Beberapa poin strategis dari penguatan ekosistem kebudayaan nasional ini mencakup:

  • Revitalisasi Nilai Tradisi: Mendorong generasi muda agar terus menggali nilai luhur warisan leluhur melalui interpretasi visual kontemporer.
  • Penguatan Dialog Lintas Sektor: Membangun komunikasi harmonis antara aparat penegak hukum, budayawan, akademisi, dan masyarakat sipil.
  • Penjaga Kohesi Sosial: Menjadikan ruang ekspresi seni sebagai medium peredam polarisasi dan pendorong toleransi di tengah keberagaman bangsa.

Komitmen Berkelanjutan Menjaga Ruang Kreatif

Kehadiran pimpinan Polri di pameran tunggal ini diharapkan mampu memantik kolaborasi berkelanjutan antara aparat negara dan komunitas kreatif di seluruh penjuru Tanah Air. Partisipasi aktif dalam kegiatan kebudayaan menjadi bukti nyata bahwa institusi kepolisian senantiasa hadir mendukung kemajuan ekosistem kesenian serta pemeliharaan identitas nasional Indonesia yang bermartabat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User