Bisnis

JAKARTA — Pramono Anung Targetkan Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Rampung 2027

Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, telah lama dikenal sebagai salah satu titik kemacetan paling krusial di Ibu Kota. Kepadatan kendaraan yang mengular,

JAKARTA — Pramono Anung Targetkan Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Rampung 2027

Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, telah lama dikenal sebagai salah satu titik kemacetan paling krusial di Ibu Kota. Kepadatan kendaraan yang mengular, berpadu dengan aktivitas perlintasan kereta api serta denyut ekonomi pasar tradisional, kerap melumpuhkan mobilitas warga harian. Kendati demikian, titik terang mulai tampak setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan penargetan penyelesaian proyek pembangunan akses jalan sejajar rel di kawasan Pasar Minggu pada tahun 2027 mendatang.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mengurai simpul kemacetan parah yang saban hari menyiksa para pengguna jalan, khususnya masyarakat yang melintas dari arah Depok menuju pusat kota Jakarta maupun sebaliknya. Pembangunan jalur alternatif yang memotong kerumitan perlintasan sebidang ini diharapkan mampu membagi beban lalu lintas secara signifikan.

Solusi Kritis Mengurai Kemacetan Kronis Pasar Minggu

Proyek jalan sejajar rel di Pasar Minggu direncanakan memanjang mengikuti koridor jalur kereta komuter. Kehadiran akses jalan baru ini diproyeksikan akan mengurangi penumpukan kendaraan di perlintasan sebidang dan titik simpang empat Pasar Minggu yang kerap menjadi sarang kemacetan. Selama berdekade-dekade, kawasan ini menjadi ujian kesabaran bagi ribuan komuter harian.

Menurut kajian tata ruang transportasi darat, perlintasan sebidang dengan frekuensi perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang sangat tinggi merupakan penyebab utama hambatan arus kendaraan. Dengan adanya jalan sejajar rel, arus lalu lintas lokal dapat terisolasi dari perlintasan kereta api secara langsung, sehingga efisiensi waktu tempuh dapat meningkat hingga 40 persen.

"Pembangunan akses jalan sejajar rel Pasar Minggu ini bukan sekadar penambahan fisik jalan, melainkan bagian dari penataan ulang tata ruang mobilitas Jakarta Selatan. Kami menargetkan seluruh proses konstruksi rampung sepenuhnya pada 2027 agar warga segera merasakan dampaknya," tegas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam keterangannya.

Detail Proyek dan Proyeksi Dampak Lalu Lintas

Untuk memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai rencana dan dampak dari pembangunan infrastruktur ini, Pemprov DKI Jakarta telah menyusun peta jalan eksekusi proyek sebagai berikut:

Indikator Kondisi Eksisting (Saat Ini) Target Pasca-Proyek (2027)
Titik Konflik Lalu Lintas Tinggi (Perlintasan Sebidang & Pasar) Terganti Jalur Sejajar & Bebas Hambatan
Waktu Tempuh Rata-Rata (Peak Hour) 45 - 60 Menit 15 - 25 Menit
Target Penyelesaian Proyek Tahap Perencanaan & Pembebasan Lahan Rampung Total pada Tahun 2027

Proses pembangunan jalan ini dipastikan akan melibatkan sinergi lintas instansi, termasuk Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Pemprov DKI Jakarta menyoroti pentingnya pembebasan lahan yang adil dan transparan agar tahap konstruksi fisik dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.

Integrasi Transportasi dan Dampak Ekonomi Kawasan

Tak sekadar mengurai antrean kendaraan pribadi, akses jalan sejajar rel Pasar Minggu juga bakal dirancang untuk mendukung integrasi moda transportasi publik. Kawasan Stasiun Pasar Minggu nantinya akan terkoneksi lebih baik dengan armada bus TransJakarta dan angkutan umum penunjang lainnya. Langkah terpadu ini diyakini bakal mendorong lebih banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

Secara ekonomi, terurainya kemacetan di kawasan bisnis Pasar Minggu akan memperlancar distribusi logistik komoditas pangan. Pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di sekitarnya diprediksi akan mengalami peningkatan aksesibilitas yang berdampak positif pada perputaran uang kawasan tersebut. "Mobilitas warga yang lancar adalah kunci utama efisiensi ekonomi kota," ungkap perwakilan dinas perhubungan DKI.

Meskipun proses pembangunan diperkirakan bakal memicu hambatan lalu lintas sementara selama masa konstruksi, Pemprov DKI berjanji akan menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang matang. Masyarakat diharapkan dapat bersabar dan mendukung penuh pengerjaan proyek demi terwujudnya infrastruktur transportasi Jakarta yang lebih inklusif dan modern pada tahun 2027.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User