Teknologi

JAKARTA — IHSG Anjlok ke Level 6.589 Imbas Lonjakan Harga Minyak

JAKARTA, Terdepan.id — Pasar keuangan domestik kembali diguncang aksi lepas saham oleh para pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melema

JAKARTA — IHSG Anjlok ke Level 6.589 Imbas Lonjakan Harga Minyak

JAKARTA, Terdepan.id — Pasar keuangan domestik kembali diguncang aksi lepas saham oleh para pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada akhir perdagangan Kamis (10/9/2026). Indeks terlempar ke zona merah dan mengakhiri sesi perdagangan di level 6.589,34, terkoreksi tajam sebesar 88,86 poin atau setara dengan 1,33 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Pergerakan IHSG sepanjang hari terpantau bergerak sangat fluktuatif akibat terseret sentimen negatif pasar global. Berikut adalah kronologi pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan:

  1. Sesi Pembukaan: IHSG dibuka pada posisi 6.688,17 dan sempat bergerak optimis hingga menyentuh titik tertinggi harian di level 6.712,50.
  2. Sesi Pertengahan: Tekanan jual mulai meningkat drastis seiring bertambahnya ketidakpastian pasar finansial global dan bursa regional Asia.
  3. Sesi Penutupan: Dominasi tekanan jual terus menyeret indeks hingga ditutup mendekati level terendahnya pada akhir perdagangan.

Analisis Pergerakan Pasar dan Statistik Perdagangan

Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau sangat tinggi seiring maraknya penyesuaian portofolio oleh investor asing maupun domestik. Nilai transaksi perdagangan harian tercatat mencapai angka fantastis sebesar Rp21,04 triliun. Sementara itu, volume saham yang diperdagangkan melambung hingga 47,115 miliar lembar saham melalui frekuensi transaksi sebanyak 2,644 juta kali.

Dua pertiga saham yang diperdagangkan mengakhiri hari di zona merah, mengindikasikan pelemahan yang terjadi merata di berbagai sektor industri.

Kategori Pergerakan Jumlah Emiten Kondisi Pasar
Saham Melemah (Merah) 516 Saham Tekanan Jual Dominan
Saham Menguat (Hijau) 150 Saham Penahanan Terbatas
Saham Stagnan 127 Saham Tidak Mengalami Perubahan

Dampak Ketegangan Geopolitik dan Kenaikan Harga Minyak

Penyebab utama melesatnya tekanan pada IHSG tidak lepas dari dinamika geopolitik global yang semakin memanas. Escalation ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran serius terhadap rantai pasokan minyak mentah dunia. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah jenis Brent meroket tajam hingga menembus level psikologis USD100 per barel.

Lonjakan harga energi ini memberikan sentimen negatif langsung bagi pasar keuangan negara berkembang pengimpor minyak seperti Indonesia. Kenaikan harga minyak berpotensi memicu tekanan inflasi domestik serta memperlebar defisit transaksi berjalan.

"Peningkatan harga minyak mentah dunia yang menembus level USD100 per barel di tengah ketegangan AS-Iran memicu kekhawatiran berlanjutnya risiko stagflasi global. Investor merespons kondisi ini dengan beralih ke aset yang lebih aman (safe haven) dan mengurangi porsi portofolio saham," jelas analisis teknikal pasar.

Prospek Teknikal dan Outlook Analis

Sebelum tekanan hebat ini terjadi, pergerakan IHSG sebenarnya diproyeksikan berada dalam fase konsolidasi harian. "Secara teknikal, IHSG diprakirakan bergerak secara terbatas atau sideways pada kisaran 6.600 hingga 6.700," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam proyeksi pasarnya.

Namun, ditembusnya level batas bawah (support) 6.600 akibat sentimen eksternal mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan. Pelaku pasar kini mencermati apakah indeks mampu bertahan di atas level psikologis baru atau terus mengalami koreksi teknikal seiring perkembangan situasi geopolitik global dalam beberapa hari mendatang.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 1,33% ke level 6.589,34. Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik AS-Iran memicu aksi jual investor di pasar modal. Simak analisis selengkapnya hanya di Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS suwandi-tan

Editor Olahraga. Mantan jurnalis olahraga cetak. Meliput Piala Dunia 3 edisi.

Comments (0)

User