Teknologi

GIANYAR — Pelantun Timpal Sirep Akari Setia Menjadi Pemanjat Kelapa

Angin sepoi-sepoi berembus di antara deretan pohon kelapa yang menjulang tinggi di kawasan Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Di

GIANYAR — Pelantun Timpal Sirep Akari Setia Menjadi Pemanjat Kelapa

Angin sepoi-sepoi berembus di antara deretan pohon kelapa yang menjulang tinggi di kawasan Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Di balik rimbunnya dedaunan palem tersebut, sosok pria paruh baya tampak sigap meniti batang pohon demi batang pohon tanpa rasa canggung. Pria tersebut adalah Agung Ketut Rai, atau yang lebih akrab disapa Akari. Publik Bali mungkin mengenalnya sebagai vokalis bersuara khas yang sempat mengguncang panggung musik lokal lewat tembang hit bernuansa jenaka, Timpal Sirep. Namun, ketika riuh tepuk tangan penonton mereda dan lampu panggung padam, Akari kembali ke realitas kehidupan aslinya sebagai seorang pemanjat kelapa profesional.

Dedikasi Tiga Dekade Menembus Ketinggian

Bagi sebagian orang, ketenaran sering kali mengubah gaya hidup dan status sosial. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Akari. Jauh sebelum namanya melambung di belantika musik pop Bali pada tahun 2025, Akari telah menggantungkan hidupnya pada pekerjaan fisik yang mengandalkan keberanian dan stamina tinggi ini. Pekerjaan memanjat kelapa telah ia geluti selama kurang lebih 30 tahun. Ia tak pernah merasa gengsi atau malu untuk kembali memanjat bentang pohon tinggi demi memanen kelapa muda maupun tua, bahkan saat puncak popularitasnya sebagai seniman musik sedang berada di atas angin.

Sebelum memusatkan perhatiannya pada panen kelapa, Akari juga pernah menjajaki dunia usaha pengolahan kolang-kaling pada masa-masa awal kariernya sebagai pekerja kasar. Pengalaman panjang tersebut membentuk mentalitas baja dalam dirinya, bahwa tidak ada jenis pekerjaan halal yang patut dipermalukan demi menjaga kelangsungan hidup.

Dinamika Industri Musik dan Realitas Panggung

Peluncuran lagu Timpal Sirep memang sempat membawa perubahan signifikan dalam perjalanan hidup Akari. Liriknya yang unik, berani, serta dekat dengan dinamika keseharian masyarakat membuat lagu tersebut viral di berbagai media sosial dan platform streaming. Tawaran untuk tampil di berbagai panggung hiburan, perayaan festival, hingga acara hajatan warga sempat membanjiri agendanya di seluruh pelosok Bali.

Kendati demikian, Akari sangat menyadari bahwa roda industri hiburan selalu berputar dan tidak pernah memberikan kepastian yang konstan. Ketika periode ramai tawaran manggung mulai menurun, ia tidak memilih untuk berpangku tangan atau meratapi situasi tersebut.

"Memanjat kelapa ini memang pekerjaan utama tiang dari sekitar 30 tahun. Dulu juga pernah usaha kolang-kaling ketika awal-awal bekerja sebagai pemanjat kelapa. Kalau sekarang agak sepi job manggung, tiang kembali lebih intens memanjat dan memanen kelapa," ungkap Akari.

Perbandingan Dualisme Profesi Akari

Perjalanan karier Akari memberikan sudut pandang menarik mengenai fleksibilitas seorang pekerja seni di daerah. Berikut adalah gambaran dua sisi kehidupan yang dijalani oleh Akari secara seimbang:

Aspek Karakteristik Musisi Pop Bali Pemanjat Kelapa
Awal Mulai / Puncak Melejit pada tahun 2025 Ditekuni selama 30 tahun
Fokus Aktivitas Seni pertunjukan & olah vokal Panen hasil bumi & fisik keras
Nilai Kehidupan Apresiasi publik & ekspresi seni Kemandirian ekonomi & ketangguhan

Filosofi Kerendahan Hati dan Kemandirian Ekonomi

Kesetiaan Akari pada profesi utamanya memberikan pelajaran berharga mengenai arti kerendahan hati dan etos kerja yang sesungguhnya. Menurutnya, popularitas di panggung hiburan hanyalah bonus dari karya kreatif, sementara pekerjaan fisik memanjat pohon kelapa adalah akar tempat ia berpijak dan menghidupi dirinya serta membantu sesama selama bertahun-tahun.

Sikap tidak gengsi dalam mencari rezeki ini mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat sekitar maupun para penggemarnya. Akari membuktikan bahwa seorang seniman tidak harus kehilangan jati diri atau terjebak dalam gengsi ketenaran saat situasi panggung sedang kurang berpihak. Dari puncak pohon kelapa di Tegallalang, Akari terus memetik rezeki halal, tetap membumi, dan memberikan inspirasi nyata tentang ketangguhan hidup.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User