Teknologi

GAO Temukan ICE Boroskan Miliaran Dolar demi Perluasan Detensi

Lembaga pengawas pemerintah Amerika Serikat, Government Accountability Office (GAO), mengungkap bahwa lembaga imigrasi dan penegakan hukum Immigration and

GAO Temukan ICE Boroskan Miliaran Dolar demi Perluasan Detensi

Lembaga pengawas pemerintah Amerika Serikat, Government Accountability Office (GAO), mengungkap bahwa lembaga imigrasi dan penegakan hukum Immigration and Customs Enforcement (ICE) telah memboroskan dana miliaran dolar dalam upaya mempercepat perluasan fasilitas detensi imigran. Temuan ini menjadi pukulan telak bagi agenda deportasi massal yang digenjot pemerintahan Presiden Donald Trump sejak kembali ke Gedung Putih.

Sejak Trump kembali menjabat, ICE menerima alokasi dana luar biasa besar, yakni lebih dari 75 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.200 triliun untuk memperluas operasionalnya. Namun, laporan GAO yang dirilis terbaru menyimpulkan bahwa percepatan tersebut tidak dibarengi dengan perencanaan strategis yang matang, sehingga mengakibatkan pemborosan pada sejumlah proyek yang akhirnya dibatalkan atau tidak terkelola dengan baik.

Belanja Besar Tanpa Analisis yang Memadai

Menurut laporan GAO, ICE menginvestasikan dana dalam enam inisiatif baru tanpa melakukan analisis kelayakan yang semestinya. Lembaga itu disebut lalai menghitung berbagai risiko, termasuk biaya pemeliharaan jangka panjang, sebelum menandatangani kontrak-kontrak besar.

"Tanpa adanya rencana strategis yang komprehensif untuk memandu perluasan detensi, ICE telah memboroskan dana pada inisiatif detensi yang gagal dan tidak memiliki informasi penting mengenai keterjangkauan jangka panjang dari investasinya," demikian kutipan kesimpulan laporan GAO.

Salah satu temuan paling mencolok adalah pembelian properti berupa fasilitas detensi dan gudang dengan nilai lebih dari 2,5 miliar dolar AS. Namun, ICE tidak pernah menghitung berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk merawat properti tersebut setelah tiga tahun pertama. Padahal, pendanaan federal yang berlaku saat ini akan berakhir tanpa adanya otorisasi tambahan dari Kongres.

Aliran Dana Raksasa dari Dua Undang-Undang

Lonjakan anggaran ICE berasal dari dua sumber utama. Pertama, paket belanja besar bertajuk One Big Beautiful Bill yang disahkan pada 2025, menyuntikkan dana hingga 45 miliar dolar AS. Kedua, Secure America Act yang disetujui pada Juni 2026, menambah lebih dari 31 miliar dolar AS ke kas lembaga tersebut.

  • Total anggaran ICE melampaui 75 miliar dolar AS sejak Trump kembali menjabat.
  • Dana dialokasikan untuk perluasan fasilitas detensi, gudang, dan operasional deportasi massal.
  • GAO menilai ICE tidak memiliki peta jalan strategis dalam membelanjakan dana tersebut.
  • Investasi 2,5 miliar dolar AS untuk properti tanpa perhitungan biaya pemeliharaan jangka panjang.

Implikasi bagi Kebijakan Imigrasi dan Pembayar Pajak

Temuan ini memunculkan pertanyaan serius soal akuntabilitas penggunaan uang publik. Dengan skala belanja yang belum pernah terjadi sebelumnya, kegagalan perencanaan berpotensi membebani pembayar pajak AS dalam jangka panjang, terutama jika Kongres menolak memperpanjang pendanaan. Fasilitas yang telah dibeli bisa menjadi aset terbengkalai yang menelan biaya perawatan tinggi tanpa manfaat operasional yang jelas.

Laporan GAO juga menyoroti lemahnya pengawasan internal di tubuh ICE, yang dalam mengejar target politik berupa deportasi massal, cenderung mengabaikan prinsip tata kelola yang baik. Kritikus menilai bahwa percepatan agenda imigrasi telah mengorbankan transparansi dan efisiensi anggaran.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari ICE maupun Gedung Putih terkait rekomendasi GAO. Namun, tekanan dari parlemen diperkirakan meningkat, khususnya dari anggota Kongres yang menuntut audit lanjutan atas setiap kontrak pengadaan fasilitas detensi. Publik pun menanti langkah konkret untuk memastikan dana ratusan triliun rupiah itu tidak kembali terbuang sia-sia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User