Teknologi

DHS Beli Tiga Penjara Imigrasi California Senilai US$950 Juta

Pemerintah Amerika Serikat melangkah lebih jauh dalam upaya memperkuat infrastruktur penahanan imigrasi. Pada 5 Oktober, Kementerian Dalam Negeri atau Depa

DHS Beli Tiga Penjara Imigrasi California Senilai US$950 Juta

Pemerintah Amerika Serikat melangkah lebih jauh dalam upaya memperkuat infrastruktur penahanan imigrasi. Pada 5 Oktober, Kementerian Dalam Negeri atau Departemen Keamanan Nasional (DHS) resmi mengakuisisi tiga pusat detensi imigrasi di kawasan Adelanto, California, melalui transaksi senilai US$950 juta. Ketiga fasilitas tersebut kini berada di bawah kepemilikan negara, sementara operasional harian tetap dijalankan oleh perusahaan swasta GEO Group.

Langkah ini menandai pergeseran strategis dalam model penanganan imigrasi AS: negara tidak lagi sekadar menyewa kapasitas penahanan, tetapi menguasai aset fisiknya secara langsung. Keputusan tersebut memunculkan polemik mengenai masa depan kebijakan imigrasi, peran swasta dalam sistem penjara, serta dampaknya bagi ribuan migran yang ditahan di wilayah California selatan.

Rincian Tiga Fasilitas yang Dibeli DHS

Berdasarkan keterangan resmi GEO Group, transaksi tersebut mencakup tiga instalasi yang merupakan bagian dari kompleks detensi Adelanto. Ketiganya selama ini dikenal sebagai fasilitas utama yang menampung migran dalam proses hukum imigrasi di bawah pengawasan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).

Nama FasilitasKapasitas
Adelanto West ICE Processing Center1.280 tempat tidur
Adelanto East ICE Processing Center660 tempat tidur
Desert View Annex704 tempat tidur
Total2.644 orang

Secara keseluruhan, ketiga bangunan memiliki kapasitas total untuk menampung 2.644 narapidana imigrasi. Angka itu menjadikan kompleks Adelanto sebagai salah satu pusat penahanan imigrasi terbesar di California, wilayah yang sejak lama menjadi sorotan publik karena ketatnya pengawasan terhadap praktik penahanan migran.

GEO Group menyatakan bahwa penjualan aset ini merupakan bagian dari penataan portofolio perusahaan, sementara kemitraan operasional dengan pemerintah tetap berjalan dalam jangka waktu yang disepakati.

Skema Kepemilikan Baru: Negara Punya, Swasta Kelola

Yang membuat transaksi ini menarik adalah strukturnya. DHS kini menjadi pemilik sah ketiga fasilitas tersebut, namun GEO Group tetap bertanggung jawab atas pengelolaan operasional—mulai dari perawatan harian, keamanan, hingga layanan bagi tahanan. Skema ini mempertahankan peran perusahaan swasta dalam mesin penahanan imigrasi, meski asetnya telah berpindah ke tangan negara.

Bagi GEO Group, transaksi ini menyuntikkan dana segar senilai hampir satu miliar dolar ke kas perusahaan. Bagi pemerintah, akuisisi ini memberi kendali langsung atas infrastruktur kunci tanpa harus membangun fasilitas baru dari nol—proses yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun dan menelan biaya jauh lebih besar.

Namun keputusan itu tidak lepas dari kritik. Sejumlah advokat hak sipil mempertanyakan apakah kepemilikan negara akan benar-benar meningkatkan standar perlakuan terhadap tahanan, atau sekadar mengukuhkan sistem yang selama ini dinilai kontroversial. Selain itu, para pengamat menilai pembelian ini dapat menjadi preseden bagi akuisisi serupa di negara bagian lain.

Konteks Politik di California

Akuisisi ini berlangsung di tengah ketegangan politik yang cukup tinggi antara pemerintah federal dan pemerintah California. Negara bagian tersebut telah mengeluarkan sejumlah regulasi yang membatasi operasi petugas imigrasi, termasuk aturan yang melarang penggunaan masker saat operasi penangkapan.

Dalam iklim politik semacam itu, pembelian tiga pusat detensi justru memperkuat kehadiran federal di wilayah yang dikenal sangat kritis terhadap kebijakan imigrasi keras. Pertanyaan besar yang tersisa: berapa lama GEO Group akan tetap mengelola fasilitas tersebut, dan bagaimana nasib ribuan penghuninya ketika kontrak operasional berakhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User