Bisnis

DEPOK — 3.000 Personel Brimob Diterjunkan Amankan KTT Asia-Afrika

Di bawah terik matahari yang menyengat di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, ribuan prajurit berseragam taktis serba hitam berdiri

DEPOK — 3.000 Personel Brimob Diterjunkan Amankan KTT Asia-Afrika

Di bawah terik matahari yang menyengat di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, ribuan prajurit berseragam taktis serba hitam berdiri tegap dalam barisan presisi. Suara derap langkah sepatu lars berpadu dengan derum mesin kendaraan taktis lapis baja yang berjejer rapi di lapangan utama. Apel siaga yang digelar secara kolosal ini bukan sekadar simulasi rutin mingguan, melainkan manifestasi kesiapsiagaan tertinggi Korps Kepolisian Khusus dalam mengawal perhelatan diplomasi bersejarah bertaraf internasional: Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika.

Sebanyak 3.000 personel elit Brimob Polri secara resmi dikerahkan untuk menjamin keamanan penuh selama perhelatan berlangsung. Pelaksanaan gelar pasukan ini menjadi sinyal kuat bahwa institusi kepolisian siap mengamankan seluruh rangkaian acara, mulai dari kedatangan para delegasi dan kepala negara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pengamanan titik-titik krusial di wilayah DKI Jakarta, hingga pergerakan rombongan menuju lokasi puncak peringatan di Kota Bandung.

Strategi Pengamanan Berlapis dan Skala Internasional

Mengamankan agenda sekelas KTT Asia-Afrika memerlukan kalkulasi taktis yang sangat matang. Pasalnya, forum ini dihadiri oleh puluhan kepala negara, kepala pemerintahan, serta utusan khusus dari berbagai beluruh benua Asia dan Afrika. Potensi ancaman tidak hanya diukur dari potensi gangguan fisik langsung, tetapi juga dinamika kerawanan keamanan regional maupun global.

"Kami tidak main-main. Pengamanan KTT Asia-Afrika ini adalah pertaruhan kehormatan dan martabat bangsa di mata internasional. Seluruh personel diperintahkan berada dalam posisi siaga satu, siap mengantisipasi segala bentuk kontingensi dengan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap potensi gangguan sekecil apa pun," tegas perwira pimpinan apel di Mako Brimob.

Pola pengamanan dirancang menggunakan sistem zonasi berlapis yang terbagi menjadi tiga ring utama. Pada Ring 1, koordinasi ketat dilakukan melekat bersama Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) untuk mengawal para VVIP/kepala negara secara langsung. Sementara itu, Korps Brimob memegang peranan vital di Ring 2 dan Ring 3, yang mencakup penyisiran jalur lintasan, pengamanan gedung-gedung bertingkat menggunakan penembak jitu (sniper), hingga penyiapan tim tanggap darurat antiteror.

Rincian Kekuatan dan Alokasi Penugasan Pasukan

Untuk memastikan efektivitas penugasan di lapangan, Korps Brimob membagi 3.000 personelnya ke dalam beberapa satuan tugas (Satgas) spesialis dengan fungsi operasional yang saling menopang. Struktur pengerahan kekuatan tersebut dapat dilihat pada rincian alokasi berikut:

Satuan Tugas Brimob Kekuatan Personel Fokus Operasional & Peran Taktis
Detasemen Gegana 500 Personel Sterilisasi bahaya peledak (Jibom), penanganan Kimia-Biologi-Radioaktif (KBR), serta penindakan antiteror cepat.
Detasemen Pelopor 1.800 Personel Penanganan Huru-Hara (PHH), patroli taktis skala besar, dan pengamanan perimeter luar titik kegiatan.
Tim Sniper & Escort VVIP 700 Personel Pengawalan mobilitas jalur darat, penempatan penembak jitu di titik rawan, serta pengamanan heliped darurat.

Selain keandalan personel, Korps Brimob juga menyiagakan alutsista modern seperti kendaraan taktis lapis baja Barracuda, kendaraan pengurai massa Wolf, drone pemantau udara, hingga robot canggih pemindai bahan peledak. Seluruh peralatan taktis ini telah melewati uji kelayakan mutakhir guna memastikan performa maksimal selama masa operasi pengamanan KTT Asia-Afrika.

Menjaga Martabat Indonesia di Panggung Dunia

Penyelenggaraan KTT Asia-Afrika bukan sekadar hajatan diplomasi rutin, melainkan simbol solidaritas dan sejarah panjang peran strategis Indonesia dalam peta politik dunia. Oleh karena itu, pengamanan ketat ini diarahkan untuk memberi rasa aman penuh bagi para tamu negara tanpa merenggut kenyamanan masyarakat luas.

Koordinasi intensif terus dijalin antara Korps Brimob Polri dengan Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, unsur TNI, hingga Badan Intelijen Negara (BIN). Langkah ini dilakukan guna mendeteksi ancaman cyber-attack, gangguan ketertiban publik, maupun skenario darurat medis yang membutuhkan penanganan evakuasi cepat di lapangan.

Melalui apel siaga di Mako Brimob Kelapa Dua ini, Kepolisian Republik Indonesia menyampaikan pesan tegas kepada dunia internasional bahwa Indonesia tidak hanya siap menjadi tuan rumah yang ramah, tetapi juga sangat siap dalam aspek jaminan keamanan dan ketertiban kelas dunia.

Korps Brimob Polri menyiagakan 3.000 personel elit dalam gelar pasukan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Pengamanan berlapis disiapkan mulai dari penjinak bom (Jibom), tim antiteror Gegana, hingga sniper di titik-titik rawan untuk mengawal suksesnya KTT Asia-Afrika.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lidia-susanto

Reporter Olahraga Wanita. Fokus pada atlet perempuan dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Comments (0)

User