Bisnis

BPOM Siapkan Rp509 Miliar Awasi Program Makan Bergizi Gratis

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mengawal ketat keamanan pangan pada program prioritas Makan Bergizi

BPOM Siapkan Rp509 Miliar Awasi Program Makan Bergizi Gratis

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mengawal ketat keamanan pangan pada program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG). Guna mengantisipasi dan memitigasi potensi risiko keracunan makanan di kalangan peserta didik, otoritas pengawas obat dan makanan ini secara resmi mengalokasikan anggaran khusus senilai Rp509 miliar untuk skema pengawasan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa pengawasan tidak hanya difokuskan pada makanan siap saji yang dibagikan kepada anak sekolah, melainkan menyasar seluruh mata rantai penyediaan pangan. Langkah ini diambil menyusul evaluasi komprehensif terhadap sejumlah insiden keamanan pangan yang kerap dipicu oleh kelalaian sanitasi, pemilihan bahan baku berkualitas rendah, serta tata kelola distribusi yang lambat.

Kronologi Identifikasi Risiko dan Pengawasan Rantai Pasok

Dalam memetakan biang kerok keracunan pangan, BPOM menyusun tahapan pengawasan terstruktur guna menutup celah kontaminasi mikroba maupun zat kimia berbahaya. Berikut adalah tahapan mitigasi risiko yang dijalankan BPOM:

  1. Verifikasi Bahan Baku Mentah: Petugas BPOM di tingkat daerah melakukan inspeksi mendadak ke pasar dan pemasok bahan pangan guna memastikan komoditas bebas dari residu pestisida, formalin, boraks, serta mikroba patogen seperti Salmonella dan E. coli.
  2. Standarisasi Dapur Pengolahan: Evaluasi higienitas dilakukan di Satuan Pelayanan (SP) atau dapur penyedia katering, mencakup sanitasi peralatan masak, kebersihan penjamah makanan, hingga penggunaan air bersih yang memenuhi standar baku mutu.
  3. Pengawasan Durasi Distribusi: Tim pengawas menetapkan batas waktu maksimal antara proses pemasakan dengan konsumsi, yakni tidak boleh melebihi rentang empat jam, guna mencegah perkembangbiakan bakteri pada suhu ruang.
  4. Pengambilan Sampel Berkala (Sampling): Pelaksanaan uji cepat (rapid test) di lokasi dan uji laboratorium konfirmasi secara berkala terhadap menu yang siap disajikan ke sekolah-sekolah sasaran.
"Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terkait kesehatan generasi penerus bangsa. Dana sebesar Rp509 miliar disiapkan secara optimal untuk memperkuat sistem surveilans pangan terpadu, penyediaan alat uji cepat di balai-balai daerah, hingga edukasi intensif kepada para pengelola dapur MBG," tegas Kepala BPOM RI.

Penguatan Laboratorium Daerah dan Kolaborasi Antar-Lembaga

Alokasi anggaran Rp509 miliar tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas 73 Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh penjuru Indonesia. Fasilitas laboratorium diperbarui dengan teknologi mutakhir agar pengujian sampel terduga cemaran dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam.

Adapun pilar utama strategi pengawasan BPOM mencakup langkah-langkah strategis berikut:

  • Digitalisasi Sistem Pelaporan Cepat: Penggunaan aplikasi pelaporan terintegrasi untuk mendeteksi Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan secara real-time dari puskesmas dan sekolah.
  • Sertifikasi Penjamah Makanan: Kewajiban pelatihan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) bagi seluruh tenaga masak dan staf dapur MBG.
  • Pemberdayaan Unit Mobil Laboratorium: Mobilisasi laboratorium keliling ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) untuk menguji sampel menu MBG secara on-the-spot.

Sanksi Tegas dan Protokol Tanggap Darurat

BPOM bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Kesehatan telah menyusun protokol tanggap darurat yang ketat. Apabila ditemukan indikasi kontaminasi pada salah satu titik pasokan, operasional dapur katering terkait akan langsung dibekukan sementara untuk investigasi forensik pangan. Langkah preventif berjenjang ini diharapkan mampu mewujudkan program MBG yang tidak hanya bergizi seimbang, tetapi juga aman dikonsumsi hingga titik akhir distribusi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User