Teknologi

BMKG Rilis Peringatan Banjir Rob di Pesisir Surabaya hingga Banyuwangi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman banjir pesisir a

BMKG Rilis Peringatan Banjir Rob di Pesisir Surabaya hingga Banyuwangi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman banjir pesisir atau rob di sepanjang garis pantai timur Jawa Timur. Fenomena alam yang dipicu oleh fase bulan purnama (full moon) ini diproyeksikan melanda kawasan pesisir mulai dari Surabaya hingga Banyuwangi pada periode 20 hingga 30 September 2026.

Kondisi astronomis tersebut menyebabkan peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang berpotensi mengganggu aktivitas perekonomian maritim, operasional pelabuhan, hingga kehidupan warga di bantaran pantai. Masyarakat pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan penuh selama sepuluh hari masa kritis tersebut.

Kronologi dan Pemicu Dinamika Pasang Maksimum

Berdasarkan analisis data oseanografi dan meteorologi maritim, fenomena pasang surut air laut mengalami anomali kenaikan akibat gravitasi bulan saat berada pada titik terdekat dengan bumi. Rangkaian peningkatan ketinggian muka air laut terpantau dengan timeline sebagai berikut:

  1. 20–23 September 2026: Fase awal kenaikan muka air laut, di mana elevasi pasang mulai melampaui rata-rata tinggi muka air laut harian (Mean High Water Springs).
  2. 24–27 September 2026: Puncak pasang maksimum berlangsung seiring fase bulan purnama penuh, menyebabkan genangan air rob berpotensi masuk lebih jauh ke daratan rendah.
  3. 28–30 September 2026: Fase transisi dan penurunan bertahap, genangan rob mulai menyusut namun potensi pasang sore hari masih tetap perlu diwaspadai.
"Fase full moon secara gravitasi meningkatkan ketinggian air laut secara signifikan. Kami mengimbau para nelayan, pengelola pelabuhan, dan petani tambak untuk menyiapkan langkah mitigasi sedini mungkin," tegas perwakilan Tim Forecaster BMKG Maritim.

Wilayah Terdampak dan Sektor yang Berisiko

BMKG memetakan sejumlah titik rawan di pesisir utara dan timur Jawa Timur yang memiliki topografi rendah dan rentan tergenang. Wilayah-wilayah prioritas pengawasan meliputi:

  • Pesisir Surabaya: Kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, pesisir Kenjeran, Greges, dan Kalimas.
  • Pesisir Sidoarjo dan Pasuruan: Area pertambakan ikan dan garam di pesisir Sedati, Jabon, serta Kraton.
  • Pesisir Probolinggo dan Situbondo: Kawasan permukiman nelayan di sepanjang jalur Pantura.
  • Pesisir Banyuwangi: Wilayah pelabuhan penyeberangan Ketapang, Muncar, dan pesisir Grajagan.

Langkah Mitigasi bagi Warga Pesisir

Potensi genangan air laut diperkirakan dapat mencapai ketinggian 30 hingga 50 sentimeter dari permukaan tanah di kawasan pemukiman pesisir. Dampak utama yang diperkirakan terjadi mencakup terganggunya proses bongkar muat logistik di pelabuhan, risiko kerusakan tambak garam dan budidaya udang, serta potensi korosi pada infrastruktur kelistrikan dan kendaraan bermotor akibat paparan air asin.

Masyarakat diminta untuk secara berkala memantau pembaruan informasi cuaca maritim resmi dari BMKG serta memastikan saluran drainase lingkungan bebas dari sumbatan agar air pasang dapat surut dengan cepat saat laut kembali mengalami fase surut terendah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User