Bisnis

Bappenas Akui Indonesia 3 Dekade Terjebak Negara Berpendapatan Menengah

Jakarta — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengakui bahwa Indonesia te

Bappenas Akui Indonesia 3 Dekade Terjebak Negara Berpendapatan Menengah

Jakarta — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengakui bahwa Indonesia telah terlalu lama berada dalam kelompok negara berpendapatan menengah. Pernyataan tersebut menjadi pengakuan terbuka bahwa Indonesia gagal keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap selama tiga dekade terakhir.

Pengakuan Pemerintah soal Middle Income Trap

Dalam berbagai kesempatan, Rachmat Pambudy menegaskan bahwa salah satu tantangan terbesar pembangunan nasional adalah mendorong Indonesia keluar dari kelompok negara berpendapatan menengah menuju negara berpendapatan tinggi. Kondisi ini bukanlah hal baru, namun pengakuan resmi dari pucuk pimpinan Bappenas menegaskan bahwa persoalan struktural ekonomi nasional belum kunjung terselesaikan.

Indonesia tercatat telah berada dalam status negara berpendapatan menengah sejak awal 1990-an. Artinya, selama hampir tiga dekade, pertumbuhan ekonomi nasional belum cukup kuat untuk melompat ke level pendapatan tinggi yang ditetapkan oleh Bank Dunia. Padahal, berbagai negara tetangga seperti Korea Selatan dan Tiongkok telah berhasil keluar dari jebakan serupa dalam waktu yang lebih singkat.

"Indonesia terlalu lama berada di dalam kelompok negara berpendapatan menengah," ujar Rachmat Pambudy saat menyampaikan paparan terkait arah pembangunan nasional.

Faktor Penyebab Indonesia Sulit Beranjak

Sejumlah faktor menjadi penyebab Indonesia sulit beranjak dari level pendapatan menengah. Pertama, struktur ekonomi yang masih didominasi oleh sektor dengan nilai tambah rendah. Kedua, tingkat produktivitas tenaga kerja yang relatif stagnan. Ketiga, investasi di bidang riset dan pengembangan yang masih minim jika dibandingkan dengan negara-negara kompetitor.

Selain itu, ketergantungan pada ekspor komoditas mentah membuat nilai tambah ekonomi yang dinikmati masyarakat masih terbatas. Pemerintah pun dinilai belum optimal dalam mendorong hilirisasi industri dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai modal utama menghadapi persaingan global.

UMKM Disebut sebagai Jurus Keluar dari Jebakan

Menariknya, dalam konteks pembahasan tersebut, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) disebut-sebut sebagai salah satu kunci yang bisa mengeluarkan Indonesia dari jebakan negara berpendapatan menengah. UMKM yang jumlahnya mencapai puluhan juta unit dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional apabila diberdayakan secara optimal.

Beberapa langkah yang dinilai penting untuk memberdayakan UMKM antara lain:

  • Digitalisasi UMKM agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas baik domestik maupun ekspor.
  • Akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau bagi pelaku usaha kecil.
  • Peningkatan kapasitas dan pendampingan usaha agar naik kelas.
  • Konektivitas rantai pasok dengan industri besar dan korporasi.
  • Kebijakan perlindungan pasar dalam negeri dari produk impor.

Pemberdayaan UMKM dinilai mampu menciptakan lapangan kerja yang luas, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari guncangan global.

Target Indonesia Keluar dari Jebakan

Pemerintah melalui berbagai dokumen perencanaan pembangunan menargetkan Indonesia mampu keluar dari kelompok negara berpendapatan menengah dan masuk ke kelompok negara berpendapatan tinggi sebelum 2045, bertepatan dengan target Indonesia Emas. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif dibandingkan capaian selama ini.

Meski demikian, para pengamat menilai jalan menuju status negara berpendapatan tinggi tidak akan mudah. Dibutuhkan konsistensi kebijakan, perbaikan iklim investasi, serta komitmen jangka panjang yang tidak mudah terganggu oleh siklus politik lima tahunan. Reformasi struktural menjadi harga mati yang harus dijalani bila Indonesia ingin benar-benar lepas dari jebakan yang telah membelenggu selama tiga dekade.

[SOCIAL_TWEET]: Menteri Bappenas mengakui Indonesia 3 dekade terjebak negara berpendapatan menengah. UMKM disebut jadi jurus agar Indonesia lepas dari jebakan ekonomi. #Bappenas #EkonomiIndonesia[SOCIAL_TG]: Indonesia 3 dekade terjebak negara berpendapatan menengah. Bappenas akui tantangan besar, UMKM disebut jurus keluar dari jebakan ekonomi. Simak berita selengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS suwandi-tan

Editor Olahraga. Mantan jurnalis olahraga cetak. Meliput Piala Dunia 3 edisi.

Comments (0)

User