KULONPROGO — Antrean panjang kendaraan bermotor yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Galur, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin malam. Deretan kendaraan, didominasi sepeda motor, mengular hingga memakan sebagian badan Jalan Raya Brosot, sehingga memicu perlambatan arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran para pengguna jalan lain lantaran jalur Brosot merupakan salah satu urat nadi penghubung antar-kecamatan di Kulonprogo bagian selatan menuju Bantul. Volume kendaraan yang menumpuk membuat petugas SPBU dan warga sekitar harus turun tangan mengatur alur masuk guna mencegah kemacetan total serta meminimalisasi risiko kecelakaan lalu lintas.
Kronologi Kepadatan Antrean BBM di Galur
Berdasarkan pantauan di lapangan, penumpukan kendaraan mulai terjadi menjelang waktu petang dan semakin padat saat malam hari. Berikut rangkaian peristiwa antrean tersebut:
- Pukul 18.00 WIB: Volume kendaraan mulai meningkat seiring jam pulang kerja warga lokal dan mobilitas komuter yang melintas dari arah Bantul maupun pusat Kulonprogo.
- Pukul 19.30 WIB: Jalur khusus pengisian Pertalite untuk roda dua di dalam area SPBU tidak lagi mampu menampung volume kendaraan. Ekor antrean mulai meluber ke luar gerbang hingga memenuhi bahu Jalan Raya Brosot sepanjang puluhan meter.
- Pukul 20.30 WIB: Pengelola SPBU menambah skema pembagian dispenser pengisian guna mempercepat transaksi, sementara warga turut membantu mengarahkan pengendara agar tidak menutup akses jalan utama.
- Pukul 21.30 WIB: Kepadatan antrean perlahan mulai terurai seiring berkurangnya arus mobilitas malam hari, meski transaksi pengisian BBM bersubsidi masih berlangsung intensif.
"Antreannya cukup panjang malam ini, bahkan sampai ke pinggir jalan raya. Kami harus bersabar menunggu giliran sekitar 20 sampai 30 menit demi mendapatkan Pertalite," ujar Rudi, salah seorang pengendara motor yang ikut mengantre.
Faktor Pemicu dan Upaya Penguraian
Tingginya permintaan BBM jenis Pertalite disinyalir menjadi pemicu utama kepadatan. Sebagai bahan bakar penugasan bersubsidi, disparitas harga dengan BBM nonsubsidi membuat mayoritas pengguna kendaraan roda dua tetap memprioritaskan Pertalite untuk kebutuhan transportasi harian.
Guna mencegah penumpukan serupa di masa mendatang, pihak pengelola dan instansi terkait diharapkan menerapkan sejumlah langkah antisipatif:
- Optimalisasi Pompa Pengisian: Memaksimalkan seluruh nosel Pertalite pada jam-jam sibuk untuk mempercepat durasi pelayanan per kendaraan.
- Manajemen Jalur Masuk: Membuat rekayasa antrean melingkar di dalam area SPBU agar ekor kendaraan tidak langsung meluap ke jalan raya.
- Koordinasi Pengaturan Lalu Lintas: Menempatkan petugas pengatur lalu lintas di gerbang masuk pada jam rawan guna menjaga kelancaran pengguna jalan lain.
Hingga Senin larut malam, situasi di SPBU Galur terpantau kembali kondusif setelah arus kendaraan berangsur normal.
Comments (0)