Politik

Usaha Bangkrut dan Berlumur Getah Karet, Sekilas Profil Ketua KPU Kota Jambi, Yatno


Berita Jambi – Hiruk pikuk perjalanan hidup seseorang selalu di warnai kesukaran dan kebahagiaan. Begitulah yang di rasakan oleh Yatno, Ketua KPU Kota Jambi. Pria kelahiran Mersam, Kabupaten Batanghari ini, sebelum sukses sebagai Komisioner KPU Kota Jambi turut merasakan pahit manis kehidupan. Sambil ‘mondok’ bekerja sebagai kuli bangunan hingga buruh penyadap karet, begini perjalanan hidupnya.

Terlahir bukan dari keluarga berada, tak memutus asa Yatno dalam menggapai asa. Memulai pendidikan di SDN 539 Teluk Melintang, Pria yang memiliki prinsip hidup ‘semua akan tiba di garis finish masing-masing’, sejak usia 12 tahun telah menjalani hidup mandiri.

Baca Juga : Didorong Partai Maju di Pilwako Jambi? Begini Jawaban Pangeran Simanjuntak

Atas pertimbangan keluarga, Ia memutuskan melanjutkan pendidikan di pondok pesantren Nurul Jalal, Muaro Tebo selama 6 tahun lamanya.

Jauh dari keluarga, sejak dini Yatno telah mengarungi kehidupan dengan mandiri, bekerja sebagai penyadap karet dan buruh bangunan. Keterbatasan sempat membuatnya merasa minder.

“Kadang dulu itu muncul di pikiran, kok kawan-kawan ni di jenguk ke asrama ,orang tuonyo pakai mobil, kok sayo idak begitu,” ungkapnya.

Sampai-sampai ketika menyadap karet, Yatno memiliki pengalaman jatuh hingga berlumur getah. Namun Ia berkeyakinan bahwa setiap proses akan ada akhir yang indah.

Jatuh, Berlumur Getah Profil Ketua KPU Jambi

Masa remajanya di habiskan Yatno dengan sekolah sambil bekerja, menyambung biaya beli buku, pernah suatu ketika ia memiliki pengalaman pahit selalu tersimpan di benaknya.

Alih-alih hujan deras, demi membeli sebuah buku pelajaran, malah terpeleset hingga berlumur getah.

Lihat Juga : Rapat 18 Buruh Dikepung 400 Aparat di Jambi, Bubar Setelah Duar-Duar

“Sampai sekarang masih ingat, waktu itu hujan deras, jalan licin sambil mikul getah malah terpeleset, tumpah getah baru di sadap, ” bebernya.

Tidak sampai di situ, Komisioner 2 Periode ini juga sempat menyambung hidup sebagai kuli bangunan semasa sekolahnya. Bermodalkan semangat dan doa orangtua, ia memutuskan melanjutkan pendidikan di IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

Jual Padi Untuk Daftar Kuliah

Jatuh bangun soal biasa baginya, bermodalkan 700ribu usai menjual hasil Panen Padi. Menghantarkannya raih gelar SPdI di IAIN STS Jambi. Lagi-lagi soal keterbatasan, memutuskannya untuk tinggal di Langgar guna menghemat biaya.

Tercatat sempat aktif di berbagai organisasi semasa kuliah, Yatno selalu menanamkan prinsip tidak malu akan keadaan, bangga dengan diri sendiri.

Baca Juga : Kisah Inspirasi Nanda, Pemilik Angkringan Nusantara Yang Tak Bisa Bahasa Jawa

“Soal panutan nomor utama tentu orangtua dan guru, mereka lah yang banyak membentuk karakter Sayo untuk maju,” katanya.

Merasa jarak dari Langgar tempatnya tinggal ke kampus jauh, mantan Marbot ini berinisiatif mengajar bimbel anak-anak sekitar Langgar, penghasilannya di gunakan untuk membeli sepeda motor.

“Lumayan jauh jarak ke kampus, hasilnya terkumpulah, abang belikan astrea grand pakai kuliah,” ungkap Yatno.

Gulung Tikar

Usai di wisuda pada tahun 2005, Yatno yang memiliki pengalaman sebagai penyelenggara pemilu Tingkat Kecamatan atau PPK, tidak ujuk-ujuk terpilih menjadi Komisioner KPU Kota Jambi.

Bilangnya, semua di awali dari proses panjang, memulai karir sebagai pengusaha pulsa, ia sempat gulung tikar.

Usaha jual beli pulsa yang di rintisnya bangkrut, hingga suatu ketika bertemu salah satu rekan seperjuangan di organisasinya membentuk sebuah Lembaga Survey.

“Bangkrut, padahal modalnya di pinjam dari kakak, wah ngeri cicilan di bayar tapi hasil dak nampak,” kata Yatno sambil memegang kening.

Lama berjuang merintis lembaga survey kepemiluan, dengan pengalaman yang di dapat sebagai penyelenggara pemilu di Kecamatan. Atas restu orangtua dan rekan seperjuangan, ia memutuskan mendaftar sebagai Komisioner KPU Kota Jambi.

Lihat Juga Video : Sapuan Ansori, Mantan Tukang Semir, Duduk di DPRD Provinsi Jambi

Pria dengan sosok bersahaja, yang juga mengisi waktu luangnya kini menggagas usaha pupuk kompos.  Saat ini Ia sukses menjabat sebagai Komisioner 2 periode di KPU Kota Jambi. Periode pertama sebagai Kordinator Divisi Teknis, dan pada periode kedua hingga tahun 2023 mendatang Ia di percayakan Pimpin KPU Kota Jambi.

Baginya bekerja sebagai penyelenggara Pemilu adalah sesuatu yang memerlukan profesionalitas tinggi, dan menanamkan sikap kejujuran di mulai dari hal paling sederhana. (Tr01)



Source link

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Copyright © 2020 TERDEPAN.ID.

Ke Atas